Cara Profesional Muda Memperlakukan Sosmednya oleh SegiEmpatSekarang kita sudah memasuki era personal branding, yang berarti kita dituntut untuk dapat memperlihatkan segala kualitas diri kita untuk dapat memulai hubungan dengan orang lain. Hal ini tentu akan sangat berperan bagi Anda yang sekarang ingin membangun citra diri demi mendapatkan karir impian.

Tapi tentu saja era personal branding bukannya tanpa tantangan, apalagi faktanya kebanyakan orang justru bersikap berbeda saat dikantor dan saat menikmati hidupnya di sosmed.

Jika Anda sekarang sedang membangun karir impian Anda, mungkin Anda bisa meniru cara-cara para profesional muda memperlakukan sosmednya yang membuat mereka berhasil membangun citra diri yang menarik hingga akhirnya bisa meraih kesuksesan.

Selektif dalam Menyebarkan Informasi

Sebenarnya cukup jelas apa yang membedakan seorang profesional dan bukan. Hal ini pun yang kadang jadi patokan para perusahaan untuk menyeleksi para pelamar kerja. Jangan salah sosmed pun sudah menjadi perhatian.

Bedanya orang-orang profesional memperlakukan sosmednya secara realistis. Realitis berarti mereka sadar kalau sosmed bukanlah tempat untuk berbagi informasi sesuka hati, melainkan hanya sebagai wadah untuk bersosialisasi. Dan itu berarti ada banyak orang yang bisa menerima dan ada pula yang tidak, karena itu para profesional muda tidak akan menyebarkan informasi secara sembarangan. Mereka tidak akan curhat di sosmed, memposting “kegembiraan” bersama orang-orang terdekat secara berlebihan apalagi sampai menyebarkan pembicaraan yang lagi tren khususnya yang berbau rasis.

Tidak Mengeluh Di Sosmed

Saya sendiri sebenarnya heran kenapa banyak orang memperlakukan sosmed seperti tempat sampah. Dalam artian mereka sibuk menumpahkan semua keluh kesahnya di sosmed, bahkan seperti yang sedang tren sekarang ini menyebarkan kebencian.

Para profesional muda tentu tidak memperlakukan sosmednya seperti itu. Karena mereka tahu kalau semua hal tersebut justru hanya dapat merusak personal branding-nya.

Tidak Bertindak Agresif

Sudah bukan rahasia lagi kalau sosmed sekarang ini apalagi para pengguna sosmed di tanah air penuh dengan kebencian. Bahkan tidak jarang antara pribadi yang satu dengan yang lainnya saling menyerang dengan kata-kata yang tidak etis.

Sebenarnya saya sudah pernah membasa alasan kenapa sosmed penuh kebencian seperti sekarang ini, dan yang melakukannya tentu bukan mereka para profesional muda. Bukan berarti mereka tidak tahu tapi mereka lebih memilih diam karena mereka tahu kalau memperlihatkan sisi agresif justru akan membuat mereka jadi buruk.

Tidak Emosional

Dan satu lagi para profesional muda tidak akan memperlihatkan semua sisi emosi negatifnya. Marah berlebihan apalagi sampai menghina orang lain di sosmed merupakan tindakan yang bisa membuatnya dinilai negatif. Sementara para profesioal tentu tahu bagaimana mereka harus bisa membangun relasi dengan orang lain untuk diajak bekerjasama.

Kehidupan kita di sosmed tentu ada batasannya, karena Anda bukan satu-satunya pengguna sosmed.

LEAVE A REPLY