jenis cairan dari vagina oleh Kesehatan SegiEmpatSebagian besar wanita hanya tahu beberapa jenis cairan yang keluar dari vagina, yaitu air seni, darah menstruasi, keputihan dan cairan ketuban. Tapi ternyata ada beberapa jenis cairan lain yang keluar. Biasanya cairan tersebut mengeluarkan bau dan warna yang tidak bisa sehingga membuat Anda harus lebih was-was.

Jika cairan yang keluar agak keputihan atau jernih, tidak gatal, tidak berbau, tidak terlalu kental dan tidak berwarna putih, berarti tidak ada masalah. Namun jika cairan yang keluar berbeda dengan hal tersebut, maka berarti Anda harus berhati-hati.

Berikut ini adalah beberapa jenis cairan yang keluar dari vagina beserta artinya:

  • Masa Ovulasi

Ketika Anda sedang berada pada masa subur atau ovulasi, maka vagina akan mengeluarkan cairan yang berwarna putih, bening, elastis dan basah. Pada saat ini, pembuahan bisa cepat terjadi sehingga bisa membuat Anda segera hamil. Pada beberapa wanita, cairan ovulasi yang keluar sangat banyak sehingga membuatnya takut padahal tidak apa-apa.

  • Efek Kontrasepsi

Jika darah haid berwarna kecoklatan atau merah gelap, bisa saja hal tersebut adalah sisa darah haid yang baru keluar karena efek kontrasepsi yang membuat tubuh sedang beradaptasi dengan hormon baru. Hal ini biasanya terjadi pada awal-awal konsumsi pil kontrasepsi. Meski demikian, bisa juga hal ini merupakan gejala dari kanker serviks.

  • Infeksi Jamur

Pertumbuhan jamur yang tidak normal pada vagina menyebabkan infeksi jamur yang ditandai dengan cairan vagina yang gatal, putih serta agak tebal seperti keju cair. Ada beberapa penyebab hal ini seperti lingkungan yang lembab dan hangat dalam jangka waktu lama serta konsumsi antibiotik.

  • Kencing Nanah

Jika cairan yang keluar sedikit bau dan berwarna hijau kekuningan, maka Anda harus berhati-hati. Karena bisa saja hal tersebut adalah gejala dari gonorrhe (kencing nanah) atau chlamydia. Biasanya hal ini disertai dengan perasaan terbakar saat buang air kecil dan nyeri panggul.

  • Infeksi Bacterial Vaginosis

Jika cairan berbau amis, berwarna keabu-abuan dan tipis, berarti Anda terkena infeksi bacterial vaginosis. Hal ini seringkali terjadi pada wanita yang berusia 15 hingga 44 tahun.

LEAVE A REPLY