Home » Kesehatan » Solusi Kesehatan » Kesehatan Ibu dan Anak » Penyebab Terbesar Kematian Ibu Hamil di Indonesia

Penyebab Terbesar Kematian Ibu Hamil di Indonesia


Penyebab Terbesar Kematian Ibu Hamil di IndonesiaSelama beberapa tahun belakangan ini, angka kematian ibu hamil yang berada di Indonesia bisa dikatakan masih cukup tinggi dan belum pernah mengalami perbaikan.

Karena berbagai hal ini, maka akan menimbulkan sebuah pertanyaan tentang mengapa sangat sulit untuk menekan penyebab angka kematian ibu melahirkan yang ada di Indonesia.

Terjadinya komplikasi pada saat persalinan adalah salah satu penyakit yang banyak memicu kematian ibu hamil di Indonesia. Seorang bidan hanya diizinkan untuk menangani persalinan yang berlangsung secara normal, sedangkan jika persalinan yang berlangsung dengan tidak normal harus dirujuk kepada dokter spesialis. Pada kasus yang lebih parah, seorang ibu melahirkan bahkan harus mendapatkan penanganan yang lebih serius.

dr Ali Sungkar, SpOG, dari divisi fetomaternal Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa “kompetensi bidan itu menangani persalinan normal. Sedangkan pada ibu hamil, ada bekas operasi saja itu sudah dianggap bukan persalinan normal dan tidak boleh ditangani bidan. Sebab jika nanti ada kesalahan dan terlambat ditangani bisa berbahaya. Pengenalan faktor risiko itu yang diharapkan ada pada bidan.”

Yang menjadi alasan bahwa seorang dokterlah yang harus menangani persalinan yang tidak normal adalah ibu dari bayi yang dilahirkan dari persalinan yang tidak normal akan beresiko untuk mengalami kejang, pendarahan dan sebagainya atau dengan kata lain kondisinya akan memburuk.

dr Ali mengatakan, preeclampsia, infeksi dan pendarahan adalah penyebab terbesar kematian ibu hamil di Indonesia. Berikut ini adalah penjelasan dari penyakit tersebut :

  • Preeclampsia

Suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, yang kemudian diikuti oleh meningkatnya kadar protein di dalam air seni seorang ibu hamil disebut dengan preeclampsia. Selain terjadi peningkatan tekanan darah dan kadar protein, ibu hamil yang mengalami preeclampsia juga akan mengalami pembengkakan pada tangan dan kakinya.

Jika preeclampsia tidak teratasi dengan baik, maka akan terjadi kondisi lanjutan yang disebut dengan eklampsia. Gejala dari eklampsia, adalah kejang-kejang. Yang lebih parah lagi, jika tidak segera ditangani, maka sebelum, saat atau setelah melahirkan, eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.

  • Infeksi saat kehamilan

Infeksi kehamilan dapat mengancam keselamatan ibu dan bayinya dan terjadi karena ketuban pecah.

  • Terjadi perdarahan

Salah satu kelainan yang berbahaya dan dapat mengancam ibu hamil adalah terjadinya perdarahan sebelum, sewaktu dan sesudah melahirkan.

Terjadinya perdarahan pada saat kehamilan adalah sebuah kelainan yang sangat berbahaya. Ari-ari yang menutup jalan lahir atau tertinggal adalah penyebab dari terjadinya pendarahan.

Menurut dr Ali, memang ada banyak penyebab lain kematian seorang ibu yang melahirkan, namun preeclampsia, infeksi kehamilan dan pendarahan memiliki persentase terbesar.

Lalu, beliau menutup “bidan itu menangani 80% kasus persalinan yang normal. 20% sisanya bisa disebabkan oleh kelahiran yang tidak normal, misalnya ari-ari menutupi jalan lahir, bayinya melintang atau sungsang dan ada penyakit. Itu juga bisa menyebabkan risiko pada keselamatan ibu dan bayi.”

Tentang S. Gelmani Rabiah

Seorang wanita yang senang membaca, traveling, main game dan bela diri. Sangat suka dengan sesuatu yang rumit dan menantang. Anda dapat membaca profil selengkapnya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>