Oleh masyarakat awam, kondisi pengeroposan tulang (osteoporosis) sering dianggap sama dengan pengapuran sendi (osteoarthritis). Padalah, kedua kondisi ini, sangatlah berbeda.

dr Andre Pontoh, SpOT, seorang ahli bedah tulang panggul dan lutut, mengatakan bahwa “osteoporosis dan osteoarthritis adalah 2 hal yang sangat berbeda, seperti halnya sakit lever dan sakit ginjal, itu kan berbeda.”

Lebih lanjut, dr Andre menuturkan perbedaan antara osteoporosis (pengeroposan tulang) dengan osteoarthritis  (pengapuran sendi) :

1. Pengeroposan tulang (osteoporosis)  adalah adanya kelainan pada tulang dan obat dari penyakit ini adalah susu berkalsium. Sedangkan pengapuran sendi (osteoathritis) adalah kelainan pada sendi dan obat dari penyakit ini bukanlah susu berkalsium.

2. Seseorang yang mengalami pengeroposan tulang tidak pernah akan mengeluh sakit, kecuali ketika ia mengalami patah tulang. Tetapi jika orang tersebut mengalami pengapuran sendi maka ia akan selalu merasakan sakit karena sendi-sendi dalam tubuhnya senantiasa bergerak. Salah satu metode pengobatan dari penyakit pengapuran sendi adalah operasi. Tetapi, hal ini hanya akan dilakukan jika penyakit tersebut sudah sangat parah. Jika masih ringan, maka pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan cara mengubah pola hidup.

3. Penyakit pengapuran sendi bisa saja dimulai sejak usia 20 tahun dan itu termasuk normal karena termasuk dalam proses degenerasi, hanya masalahnya ada yang ringan hingga berat dan menimbulkan keluhan. Beberapa hal yang bisa semakin memberatkan penyakit pengapuran sendi adalah banyak naik turun tangga, sering squat jump dan khusus untuk wanita, sering menggunakan sepatu hak tinggi.

4. Kondisi tulang keropos bisa dicegah dengan mengonsumsi susu sejak dini sehingga penyimpanan kalsium bagus atau dasarnya sudah kuat. Hal ini sangat disarankan karena puncak penyimpanan kalsium terjadi pada usia 5-35 tahun.

Dr. Nicolaas C Budhiparama, SpOT, Ketua Asosiasi Ahli Bedah Lutut dan Panggul Indonesia mengatakan bahwa “jangan sudah nenek-nenek baru disuruh minum susu, ya mana bisa. Ada yang minum susu ini, nenek yang sudah tua bisa tegak lagi, itu tidak mungkin. Karenanya pencegahan yang paling penting.”

5. Untuk pasien penyakit pengapuran sendi yang telah parah atau berat, bisa saja dia tidak dioperasi tapi gaya hidupnya harus dirubah, dengan cara menggunakan sepatu yang pas, menggunakan alas kaki yang bantalannya empuk, menggunakan tongkat atau jika sudah tua menggunakan kursi roda ketika berjalan-jalan.

6.Tetapi, jika kondisinya telah sangat parah, maka pasien tersebut bisa saja harus melakukan operasi misalnya operasi ganti sendi (Total Knee Arthroplasty). Rata-rata 1,5 bulan setelah operasi pasien bisa jalan seperti biasa asal program rehabilitasinya berjalan dengan baik dan sebelumnya ia harus pakai tongkat dan fisioterapi.

7. Penyakit proses pengapuran tulang, biasanya disebabkan oleh orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Biasanya hal ini juga akan menimpa orang-orang yang menderita diabetes, melakukan pekerjaan dan olahraga yang berlebihan, konsumsi kalsium yang berlebihan, sedangkan mereka yang punya kebiasaan merokok, minum alkohol atau kopi berlebihan, serta pola makan tidak seimbang, rentan mengalami kerapuhan tulang.

LEAVE A REPLY