osteoporosis pada anak oleh Kesehatan SegiEmpatOsteoporosis adalah suatu keadaan dimana terjadi pengeroposan pada tulang. Hal itu kemudian membuat tulang terasa nyerit. Tidak jarang penderita penyakit ini merasa kalau tulangnya mau patah. Penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang sudah lanjut, wanita yang telah mengalami menopause dan wanita yang berusia 18 hingga 30 tahun. Tapi saat ini osteoporosis bisa menyerang semua umur, termasuk anak-anak dan remaja.

Osteoporosis yang menyerang anak-anak dan remaja disebut dengan osteoporosis sekunder ini tidak hanya terjadi jika anak kekurang asupan kalsium dan vitamin D. Penyakit ini bisa terjadi jika anak mengkonsumsi obat tertentu atau memiliki masalah kesehatan lainnya. Masalah kesehatan ini tidak bisa dibiarkan karena bisa mengganggu prosesanak harus memiliki massa tulang yang padat sehingga dia memiliki resiko yang lebih rendah untuk terkena osteoporosis.

Osteoporosis pada anak biasanya lebih sulit untuk dideteksi karena gejalanya tidak bisa terlihat dengan jelas. Jadi tugas Anda sebagai orangtua yang harus memperhatikan buah hati. Ketika Anda melihat kalau buah hati Anda sulit berjalan, nyeri pada pinggang, punggung bagian bawah, lutut, pergelangan kaki dan telapak serta memiliki bentuk tulang belakang yang tidak normal, yaitu bengkok atau bungkuk sebaiknya Anda berhati-hati karena bisa saja buah hati Anda mengalami osteoporosis.

Jika ternyata seperti ini, Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa mengatasinya. Caranya adalah cukupilah kebutuhan kalsium anak. Berikanlah dia makanan yang kaya akan kalsium seperti susu, keju, yoghurt dan sayuran hijau. Tidak hanya itu, Anda juga harus mencukupi kebutuhan Vitamin D di dalam tubuhnya agar penyerapan kalsium bisa optimal. Adapun cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin D adalah dengan berjemur di bawah paparan sinar matahari pagi selama 30 hingga 60 menit setiap harinya. Lakukan ini sebelum jam sepuluh pagi. Selain itu, Anda juga harus mengurangi asupan makanan dan minuman yang bisa menyebabkan tulang keropos seperti teh, kopi, minuman bersoda dan cokelat.

Tapi ada juga osteoporosis yang membutuhkan terapi sebagai pengobatannya. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati agar buah hati Anda tidak terkena osteoporosis. Kalaupun dia sudah terserang, sebaiknya Anda berusaha untuk mengobatinya agar pertumbuhan tulangnya bisa optimal.

LEAVE A REPLY