Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa, intensitas dan frekuensi nyeri encok dapat dikurangi dengan mengkonsumsi produk susu tanpa lemak yang diperkaya dengan bahan-bahan alam.

Arthritis gout atau encok adalah jenis peradangan yang terjadi pada persendian, yang sifatnya kronis dan sering muncul dalam serangan yang akut. Rasa sakit yang tidak tertahankan akan terjadi jika encok sedang kambuh. Ketika sedang sakit, kadang-kadang bagian tersebut tidak bisa digerakkan. Rasa sakit akut pada ibu jari kaki biasanya menandai terjadinya encok. Dalam beberapa jam, ibu jari menjadi panas, lembut dan membengkak.

Pergelangan dan lutut juga dapat diserang encok. Parahnya, dalam waktu yang bersamaan, encok juga dapat menyerang lebih dari satu persendian. Biasanya, serangan encok akan mucul ketika menjelang pagi atau tengah malam. Terkadang, encok juga disertai dengan kehilangan selera makan dan demam ringan saat menyerang.

Pembentukan kristal asam urat pada kulit, persendian dan ginjal adalah salah penyebab terjadinya encok. Konsumsi alcohol, faktor keturunan, aktivitas fisik yang kurang, aspuan makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein yang berlebihan dan stress juga dapat menyebabkan encok.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal Annals of the Rheumatic Diseases dan didukung oleh Fonterra disebutkan bahwa intensitas dan frekuensi nyeri encok, dapat dikurangi dengan mengkonsumsi susu tanpa lemak yang diperkaya dengan bahan-bahan alami. Bahan alami tersebut adalah lemak susu G600 (G600) dan glycomacropeptide (GMP).

Penelitian ini, dilakuakn oleh para peneliti dari Fonterra Research Centre and the University Department of Medicine, Bone and Joint Research Group serta Dr Nicola Dalbeth, yang berasal dari dari University of Auckland. Dalbeth kemudian memberi pernyataan bahwa, hasil penelitian tersebut adalah sebuah kabar yang menggembirakan bagi jutaan penderita encok yang berada di seluruh dunia. Salah satu pembengkakan radang sendi yang paling sering untuk dijumpai dan sering disamakan dengan rasa nyeri sendi yang luar biasa adalah encok.

Dalbeth mengungkapkan bahwa “meski pada umumnya encok dianggap sebagai penyakit nutrisi, namun sampai saat ini tidak ada uji klinis yang menunjukkan tentang pengaruh positif yang ditimbulkan dari intervensi diet.”

Dalbeth melanjutkan, jika penelitian ini dikembangkan lebih jauh, maka temuan ini akan berpotensi untuk memberikan pasien kontrol lebih terhadap penyakit yang sedang mereka idap mereka. Dalbeth mengatakan bahwa “serta dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat untuk penanganan encok yang sampai saat ini masih terus dilakukan.”

Sementara itu, di tingkat dunia, prevalensi encok tampaknya terus meningkat dengan adanya data yang mengatakan bahwa, bahwa di Selandia Baru prevalensi encok sekitar  2,9 persen dari seluruh populasi, sedangkan di Australia prevalensi encok dilaporkan sebesar 1,4 persen. Di Amerika Serikat sendiri, sebesar 4 persen (8,3 juta orang) menderita encok.

LEAVE A REPLY