Bagi anak sekolah, waktu istirahat adalah waktunya untuk bermain sambil jajan demi mengisi perut atau menghilangkan haus. Hanya saja sebenarnya di waktu inilah yang paling sering membuat para orangtua khawatir. Tentu Anda yang sudah punya anak, pasti merasakan hal ini bukan?

Sebagian besar orangtua yang kini anaknya sedang menimba ilmu di sekolah memang kerap kali dilanda perasaan cemas dan khawatir, khususnya terhadap jajanan anak di sekolah.

Jajanan Anak Sekolah Berbahaya oleh SegiEmpatSudah bukan rahasia lagi kalau jajanan anak di sekolah tidak bisa kita pastikan kebersihannya, sehingga tak heran kalau para orangtua dilanda perasaan cemas. Bukan apa-apa jajanan yang tidak bersih tentu dapat membuat anak jadi mudah sakit. Tapi yang paling mengkhawatirkan lagi dr Edi Setiawan justru mengungkapkan kalau jajanan anak sekolah berbahaya.

Seperti keterangannya yang dilansir dari salah satu media, dari penelitian yang ia lakukan hampir semua jajanan anak membahayakan kesehtanan anak. Pasalnya , rata-rata dari makanan, minuman sampai camilan yang di jajankan mengandung zat berbahaya.

Edi mengambil contoh terhadap salah satu jajanan yang paling digemari anak yaitu cincau. Sekarang ini cincau yang di jajankan sudah sangat bervariasi, tidak hanya berwarna hijau saja tapi sudah dijajankan dengan beranekaragam warna. Hal tersebut berarti cincau yang dijajankan menggunakan bahan pewarna. Nah, hal tersebutlah yang jadi pertanyaan, bahan pewarna apa yang digunakan? Bukan tidak mungkin pewarna yang digunakan mengandung zat berbahaya.

“Cincau saja yang warnanya hijau, sekarang sudah bervariasi jadi banyak warna. Ada cincau berwarna kuning. Itu artinya cincau diberikan pewarna. Yang jadi pertanyaan, bahan pewarna apa yang digunakan?” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Edi juga mengatakan kalau penggunaan wadah plastik yang selama ini selalu digunakan oleh para pedagang, pun menjadi salah satu faktor yang membuat jajanan anak sekolah berbahaya. Pasalnya saat melakukan penelusuran terhadap bahan plastik yang digunakan, dr. Edi menemukan fakta kalau wadah plastik tersebut masuk di kategori 5 yang mungkin berarti kualitas bahannya.

Padahal penggunaan wadah plastik, baik itu dalam bentuk kantong plastik ataupun sterofoam harus digunakan sesuai dengan bahan makanan. Misalnya terhadap makanan panas, jajanan yang dijual dengan kondisi panas tidak boleh dibungkus dengan plastik. Karena suhu panasnya dapat melepaskan senyawa kimia plastik dan akhirnya bercampur dengan makanan. Hal ini pastinya membahayakan kesehatan siapa saja yang memakannya. Salah satu bahayanya adalah memicu penyakit kanker. Sama halnya dengan sterofoam, entah itu dilapis kertas coklat atau tidak.

Berbeda halnya dengan makanan dalam keadaan dingin. Jika makanan dingin dibungkus dengan plastik atau sterofoam tentu tidak masalah, karena suhu dingin tidak akan mengurai zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Untuk itulah sebaiknya Anda yang sudah punya anak, benar-benar menaruh perhatian terhadap jajanan si kecil. Bahkan jauh lebih baik jika Anda menyediakan bekal yang sudah tentu lebih bersih dan lebih aman.

LEAVE A REPLY