olahraga saat mengandung anak kembar oleh Hamil SegiEmpatMengandung anak kembar memang akan membuat Ibu lebih bahagia karena Ibu akan mendapatkan dua orang anak dalam waktu yang bersamaan.

Namun hal ini tentu lebih merepotkan daripada saat mengandung satu anak. Kerepotannya adalah beban yang harus ditanggung Ibu lebih berat. Selain itu, Ibu juga harus mengkonsumsi lebih banyak makanan untuk memenuhi nutrisi Ibu dan juga kedua janin dalam kandungan.

Namun kerepotan memiliki dua anak dalam satu janin tidak lantas membuat Ibu harus berhenti berolahraga. Karena Ibu harus tetap berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh Ibu serta janin yang berada di dalam kandungan. Namun sebelum berolahraga, sebaiknya Ibu melakukan konsultasi kepada dokter kandungan yang merawat Ibu.

Olahraga bukanlah satu hal yang harus dihindari ketika Anda hamil. Tapi yang paling penting adalah bagaimana memilih jenis olahraga yang tepat. Tentunya olahraga yang ringan seperti senam hamil dan berjalan kaki tetap sangat dianjurkan. Penting untuk diingat untuk tidak melakukan olahraga berat atau pun melakukan olahraga ringan tapi terlalu lama. Olahraga memang harus dibiasakan terutama nanti ketika anak sudah lahir, anak perlu dikenalkan juga dengan olahraga yang baik untuk pertumbuhan anak.

Ibu bisa tetap berolahraga meski mengandung anak kembar jika Ibu memang adalah wanita yang aktif sebelum hamil. Selain itu, Ibu juga masih bisa berolahraga jika kandungan Ibu berada dalam kategori sehat. Meski demikian, Ibu juga harus tetap berhati-hati saat berolahraga.

Sebaiknya Ibu tidak melakukan olahraga berat saat sedang hamil, terlebih lagi saat Ibu hamil kembar. Beberapa olahraga ringan yang bisa Ibu coba saat sedang hamil kembar adalah berjalan-jalan, melakukan yoga atau berenang. Ketiga jenis olahraga tersebut adalah olahraga ringan yang tidak akan membuat Anda kerepotan dan juga membahayakan janin dalam kandungan.

Hal lain yang harus Ibu perhatikan adalah Ibu akan lebih cepat lelah karena Ibu mengandung dua anak sekaligus. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu mengurangi intensitas dan durasi olahraga olahraga serta lebih sering beristirahat saat sedang berolahraga. Selain itu, ibu juga harus minum lebih banyak air agar ibu terhindar dari dehidrasi.

Ibu juga harus segera berhenti berolahraga saat Ibu merasa pusing dan jantung berdetak begitu cepat karena hal tersebut bisa saja menyebabkan masalah pada Ibu ataupun janin yang berada dalam kandungan. Setelah itu, Ibu harus segera mengkonsultasikannya dengan dokter untuk mengetahui penyebab Ibu mengalami hal tersebut.

Setelah usia kandungan Ibu mencapai 6 bulan atau 24 minggu, berarti perut Ibu sudah semakin besar. Hal ini tentu akan membuat Ibu semakin sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas. Jika tidak ada masalah, Ibu bisa tetap berolahraga pada masa ini asalkan Ibu melakukannya dengan durasi dan intensitas yang lebih sedikit.