ibu hamil puasa saat mudik oleh Hamil SegiEmpatIdul Fitri tinggal menghitung hari. Salah satu tradisi masyarakat Indonesia menjelang lebaran adalah mudik alias pulang kampung. Saat akan mudik, ada yang memilih untuk tetap berpuasa. Tapi ada juga yang lebih memilih untuk tidak berpuasa karena adanya alasan tertentu. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Ibu hamil boleh puasa saat mudik?

Pada dasarnya puasa atau tidaknya seorang wanita hamil bergantung pada keadaan Ibu hamil itu sendiri dan jenis transportasi yang akan digunakan saat mudik. Namun sebenarnya, perjalanan yang panjang pastilah akan menjadi beban tersendiri bagi seorang wanita hamil. Oleh karena itu, ada baiknya jika Ibu hamil tidak puasa saat mudik. Karena sebenarnya seorang wanita hamilpun diberi kelonggaran untuk tidak berpuasa saat Ramadhan.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan oleh Ibu hamil adalah dia harus duduk saat berada dalam perjalanan. Jika keadaannya mendukung, dia bahkan harus berbaring sesekali. Keadaan ini tentu bisa dilaksanakan jika Ibu hamil menggunakan mobil pribadi. Selain itu, seorang Ibu hamil juga sebaiknya tidak berdiri terlalu lama serta berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.

Oleh karena itu, sebaiknya Ibu hamil menghindari kondisi berdesak-desakan saat akan mudik. Dia juga harus mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Jika perjalanan yang ditempuh sangat jauh, sebaiknya Ibu hamil menggunakan pesawat terbang dan didampingi oleh suami atau anggota keluarga lainnya.

Bagi Ibu hamil yang tetap berpuasa dalam perjalanan mudik namun merasa sudah tidak kuat lagi melanjutkan puasanya, sebaiknya Ibu membatalkan puasa. Hal ini untuk kesehatan Ibu dan janin yang berada dalam kandungan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah sebaiknya Anda melakukan perjalanan di malam hari. Hal ini karena Anda dalam keadaan tidak berpuasa serta memiliki waktu yang lebih panjang.

Salah satu masalah lain yang sering terjadi saat Ibu hamil melakukan perjalanan jauh adalah kaki bengkak. Untuk mengatasi hal ini, Ibu mengganjal kaki dengan menggunakan barang atau bantal agar posisi kaki menjadi lebih tinggi. Selain itu, saat sedang istirahat atau tiba di tempat tujuan, Ibu bisa merendam kaki dengan menggunakan air hangat yang dicampur dengan sedikit garam. Ketika Ibu tidur di malam hari, sebaiknya Ibu mengganjal kaku dengan menggunakan bantal.

LEAVE A REPLY