air ketuban terlalu banyak oleh Hamil SegiEmpatCairan ketuban yang mengelilingi janin di dalam rahim Ibu memiliki banyak fungsi penting. Ketuban berfungsi sebagai bantalan yang akan mencegah benturan pada janin, menjaga suhu dalam rahim, mencegah infeksi, memberikan ruang kepada janin untuk bergerak serta memberi asupan cairan yang dibutuhkan untuk pernapasan dan pencernaan janin. Cairan ketuban berasal dari tubuh Ibu dan urin janin. Namun ada beberapa kasus dimana air ketuban terlalu banyak. Hal ini disebut dengan polihidramnion.

Penyebab masalah ini belum diketahui secara pasti, namun hasil penelitian menemukan hubungan antara penyakit ini dengan diabetes. Selain itu, kehamilan kembar juga bisa menyebabkan terjadinya air ketuban terlalu banyak. Selain itu, kelainan Rhesus darah dan berbagai masalah pada janin seperti hidrosefalus, bibir sumbing, penyumbatan gastreointestinal, gangguan langit-langit serta masalah neurologis juga bisa menyebabkan polihidraminion.

Pada beberapa kasus, masalah polihidraminon ini tidak menyebabkan komplikasi kehamilan dan akan hilang dengan sendiri. Namun ada juga Ibu hamil yang mengalami penumpukan cairan sehingga paru-paru dan organ internal lainnya mendapatkan tekanan. Hal inilah yang kemudian membuat Ibu mengalami masalah pernapasan dan ketidaknyamanan pada perut.

Masalah paling serius yang bisa terjadi karena polihidramnion ini adalah terjadinya persalinan diri, plasenta yang berpisah sebelum persalinan, kantung ketuban yang pecah sebelum waktunya dan tali pusar yang bermasalah. Ibu yang mengalami masalah ini juga beresiko mengalami pendarahan pasca persalinan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Ibu lakukan jika air ketuban terlalu banyak:

  • Melakukan USG

Ketika Ibu didiagnosa mengalami masalah ini, sebaiknya Ibu meminta untuk diperiksa dengan menggunakan USG yang beresolusi tinggi. Hal ini untuk memastikan pertumbuhan bayi. Dengan melakukan ultrasound secara teratur, maka Ibu bisa memastikan kalau kelebihan cairan ketuban tidak akan memberikan pengaruh pada perkembangan bayi.

  • Melakukan Amniosentesis

Jika masalah ini berpotensi menyebabkan persalinan prematur, maka dokter mungkin akan mengeluarkan cairan yang berlebihan melalui amniosentesis. Tapi amniosentesis ini juga bukan tanpa resiko.

  • Konsumsi Obat

Ada obat yang bisa mengurangi jumlah cairan ketuban. Namun obat ini hanya akan diberikan jika usia kehamilan belum mencapai 32 minggu. Pemberian obat ini dilakukan untuk menghindari komplikasi lanjutan. Bagi penderita diabetes, pemberian obat dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah.

LEAVE A REPLY