mitos pembunuh sperma oleh Hamil SegiEmpatSetelah sekian lama menikah, Anda masih juga belum mendapatkan hasil test pack yang positif. Anda sudah berupaya mencoba berbagai cara cepat hamil. Tapi nyatanya Anda masih juga belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Untuk itu, ada baiknya jika Anda memeriksakan diri karena ada beberapa hal yang menjadi pembunuh sperma. Meskipun beberapa hal adalah mitos tapi sebagian lagi sudah dibuktikan secara medis.

Berikut ini adalah beberapa mitos pembunuh sperma:

  • Rokok

Sudah banyak hasil penelitian yang menemukan bahwa rokok bisa berdampak buruk bagi sperma. Rokok akan membuat pergerakan sperma melambat sehingga sperma tidak bisa mencapai se telur. Demikian pula halnya dengan ganja. Menghisap roko bisa meningkatkan resiko untuk terkena disfungsi ereksi serta merusak DNA sperma.

  • Celana Dalam

Pakaian dalam memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Tapi pastikan kalau Anda tidak menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, karena hal tersebut bisa berakibat fatal untuk kesuburan Anda. Meskipun tidak memberi dampak yang sangat signifikan, tapi penggunaan celana dalam yang terlalu ketat bisa menurunkan produksi sperma seorang pria. Jadi akan lebih baik jika Anda menggunakan boxer daripada celana dalam. Selain itu, jika Anda adalah pecinta olahraga, sebaiknya Anda tidak menggunakan celana olahraga ketat terlalu lama. Karena celana dalam yang terlalu ketat akan memperkecil peluang tubuh untuk memproduksi sperma.

  • Komputer Jinjing

Bukan mitos bahwa sebuah komputer jinjing alias laptop menjadi salah satu pembunuh sperma. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh State University of New York, Amerika Serikat mengatakan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan laptop dengan kenaikan suhu pada scrotum. Hal ini seringkali terjadi pada pria yang suka memangku laptopnya. Kebiasaan memangku laptop akan membuat daerah skrotum mengalami kenaikan suhu sehingga menjadi penyebab pada kerusakan sperma. Karena produksi sperma bisa mengalami masalah bahkan pada kenaikan suhu sebesar 1,8 derajat saja pada skrotum.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY