kebiasaan makan mempengaruhi kesuburan oleh Hamil SegiEmpatDari sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Sheffield yang berada di Inggris, ditemukan hasil bahwa selain masalah pola makan, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta berat badan, hal lain yang bisa mempengaruhi kesuburan seseorang adalah kebiasaan makannya sejak dini.

Pada penelitian tersebut, ditemukan bahwa makanan yang dikonsumsi seseorang sejak awal kehidupannya atau saat dia masih kecil akan memberikan pengaruh terhadap fertilitasnya sepanjang hidupnya. Para peneliti mengambil sampel dari negara Finlandia. Pada penelitian ini, para peneliti mengambil data kelahiran dari gereja dan data pertanian di daerah tersebut dalam jangka waktu yang sama.

Para peneliti menemukan hasil bahwa kebiasaan makan orang-orang yang lahir dan besar di lingkungan pertanian jawawut dan gandum ternyata akan mempengaruhi kesuburan mereka di kemudian hari. Sekitar 50 persen dari jumlah penduduk yang lahir saat ladang jawawut dan gandum sedang tidak panen atau bahan makanan tidak cukup akan mengalami infertilitas seumur hidupnya. Atau dengan kata lain, kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi membuat mereka tidak bisa memiliki akan. Namun sebagian besar orang-orang yang lahir saat musim panen atau saat bahan makanan sedang melimpah memiliki peluang yang lebih besar untuk memiliki anak, minimal seorang anak dalam hidupnya. Artinya, kebutuhan nutrisi yang tercukupi saat mereka lahir membuat mereka menjadi orang yang subur.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa makanan yang dikonsumsi seseorang sesaat sebelum dia lahir hingga setelah dia lahir bisa mempengaruhi sistem reproduksi mereka. Hal ini terbukti dengan orang-orang yang lahir pada masa panen lebih subur daripada orang-orang yang lahir saat masa panen belum tiba atau telah berakhir.

Dr. Ian Rickard, yang merupakan pemimpin penelitian ini kemudian menjelaskan bahwa hasil penelitian tersebut telah memberi gambaran kalau anak-anak yang terlahir dalam keluarga yang kurang mampu akan memiliki masalah dengan kesuburannya di masa depan. Hasil penelitian ini juga bisa membuat kita lebih mengerti bahwa ternyata keadaan lingkungan saat baru lahir dapat memberikan dampak terhadap kesuburan. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda sudah mulai memperhatikan kecukupan gizi sejak dini demi buah hati Anda nantinya.

LEAVE A REPLY