Attila Syach Bongkar Drama Tsania Marwa oleh SegiEmpatArtis cantik Tsania Marwa beberapa waktu lalu mengundang prihatin dari masyarakat tanah air terkait kisruh perceraiannya dengan aktor Senior Atalarik Syach. Banyak kalangan yang mengkritik Atlarik Syach yang memperlakukan buruk Tsania Marwa meski belum resmi cerai.

Lewat sosmednya yang diteruskan oleh salah satu akun gosip di Instagram, Tsania memposting tumpukan kantung plastik sampah yang berisikan barang-barangnya. Geram dengan perilaku tersebut netizen pun ramai memberikan komentar negatif pada suaminya.

Ramai dihujat oleh netizen, Atalarik Syach sendiri lebih memilih untuk bungkam. Namun sepertinya sang adik Attila Syach tidak setegar kakaknya. Mantan suami Wulan Guritno, Attila Syach bongkar drama Tsania Marwa lewat screen shoot percakapan antara penasehat hukum Atalarik dengan Tsania Marwa.

Attila Syach Bongkar Drama Tsania Marwa oleh SegiEmpatSeperti yang terlihat Tsania sempat meminta barang-barangnya pada penasehat hukum Atarik Syach. Bahkan terlihat kalau ada kesepakatan antara Tsania dan penasehat hukum suaminya.

Attila pun menegaskan kalau semua barang yang dimasukkan ke dalam kantung plastik tersebut adalah permintaan Tsania sendiri, bukan tanpa persetujuannya seperti yang ramai dibicarakan di sosmed.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh penasehat hukum Atalarik. Menurutnya disitu dia menjadi penengah antara Tsania dan Atalarik, karena Tsania ingin mengambil barang-barangnya. Jadi agar tidak terjadi pertengkaran Junaidi penasehat hukum Atalarik meminta Tsania menuliskan list barangnya. Ternyata barang-barang Tsania sangat banyak, karena tidak ada pilihan barang-barang Tsania pun dimasukkan ke kantung plastik.

Junaidi menegaskan kalau kantung yang digunakan bukan hanya untuk tempat sampah, karena kantung itu memang multifungsi. Apalagi sebagian barang Tsania pun ada yang dimasukkan ke dalam dus dengan rapih.

“Saat itu Marwa bilang kalau dia mau ambil barang. Daripada mereka bertengkar, saya bilang kamu buat list-nya, nanti saya sampaikan ke Arik. List yang mau diambil seperti sepatu-sepatu dan tas-tas. Ternyata barangnya banyak. Sebagian dikemas dalam kardus rapih sebagian plastik. ” Jelas Junaidi.

“Kantong itu bukan kantong sampah, multifungsi iya. Bayangkan kita juga itu kan beli kantongnya. Saya tolak banget itu disebut kantong sampah. Orang pindah-pindah juga pakai kantong itu” tambahnya.

Lebih Lanjut Attila juga menegaskan kalau postingannya tersebut bukan karena ingin mencampuri kisruh rumah tangga kakaknya. Hanya saja ia sendiri tidak bisa tinggal diam saat kakaknya ramai dihujat karena hal yang hanya diketahui dari satu pihak saja.

LEAVE A REPLY