Dimata para pria termasuk Anda, mungkin wanita adalah salah satu makhluk yang paling sulit Anda mengerti. Kadang dia bisa begitu manis, tapi disaat yang sama tanpa Anda tahu alasannya dia tiba-tiba marah. Mirisnya lagi, dalam kondisi seperti itu mereka bahkan menghakimi Anda dengan mengatakan “kamu gak peka!”.

Tapi sebenarnya sih kalau dia memang mengatakannya di depan Anda, itu masih lebih baik. Kenapa? karena kebanyakan wanita tidak seperti itu, mereka lebih memilih diam seribu bahasa. Bahkan mengatakan “aku gak papa” tapi sebenarnya di dalam hati amarahnya sudah membakar sampai ke ubun-ubun. Nah, kondisi seperti inilah yang paling membuat dilema, karena sebagai pria kita justru percaya kalau dia memang baik-baik saja. Ujung-ujungnya diprotes karena “kamu gak peka”.

Tanda Pacar Lagi Marah oleh SegiEmpatWell sebelum amarahnya semakin membara dan membuat hubungan Anda makin runyam, sebaiknya kenali kalimat pasif agresif berikut yang jadi tanda pacar lagi marah.

“Wah Luar Biasa Ya!”

Kalau pacar Anda mengatakan ini, sebaiknya Anda tidak besar kepala dulu. Apalagi kalau Anda sendiri memang tidak sedang melakukan hal berarti padanya. Kalimat “luar biasa ya!” bukan berarti dia sedang memuji Anda. Tapi itu tandanya dia lagi marah karena perbuatan Anda yang dianggapnya sudah keterlaluan.

“Terserah Deh!”

Kalimat ini sebenarnya sudah sangat klasik, biasanya diucapkan wanita saat ingin sesuatu tapi pacarnya justru menyarankan hal yang berbeda. Misalnya “ih barang ini lucu juga ya jadi pengen”, tapi Anda justru mengatakan “ah gak lucu-lucu amat kamu kan udah punya yang kayak gitu”.

“Ah Lupain Aja Deh!”

Jangan menganggap ini sebagai kalimat kalau dia ingin mengganti topik pembicaraan. Ya, kalimat ini merupakan kata-kata yang menandakan kalau pacar Anda sedang marah, yang sebenarnya dia ingin Anda memberi perhatian lebih pada permasalah tersebut. Misalnya “katanya kamu mau beliin mobil ferarri tapi kok adanya Cuma odong-odong? Ya udah deh lupain aja!” itu tanda yang jelas kalau dia mau Anda menepati janji Anda.

LEAVE A REPLY