Cukup kontroversial sebenarnya kalau menyebut wanita selalu benar, karena yang namanya manusia sejujur apapun dan sebaik apapun dia pasti pernah dan bisa berbuat salah. Tapi kalau dilihat dari kenyataannya, mereka yang pacaran justru sebaliknya.

Pacar: yang jam berapa datang ke rumah? Nitip martabak boleh?

Cowok: jam 8 lah yang, ok entar aku beliin ya

Dua jam kemudian

Pacar: jam segini baru datang, kamu kemana?!!!

Cowok:  kan beliin kamu martabak

Pacar: tapi kan kamu janji datang jam 8, ini udah jam 9 tau! Jangan-jangan kamu keluyuran sama cewek lain?!!

Cowok: guling-guling makan pasir…..

Hal seperti itu mungkin sering Anda alami, yang sebenarnya belum tentu kita yang salah tapi ujung-ujungnya si dia selalu berhasil membuat kita merasa bersalah. Memang sih bukan rahasia lagi kalau wanita selalu paling benar, sementara kita sebagai pacar selalu jadi pihak yang salah.

Wanita Selalu Paling Benar oleh SegiEmpatNah tahukah Anda kenapa, Anda selalu jadi pihak yang salah sementara pacar Anda selalu benar? Menurut beberapa wanita plus pengalaman pribadi, mungkin 5 hal ini yang membuat wanita selalu paling benar. Apa saja?

Karena Wanita itu Peka

Tidak ada yang bisa membantah kalau wanita memang punya hati yang sangat peka, bukan hanya mudah tersakiti tapi kepekaannya juga selalu menguntungkannya. Paling sering itu, waktu kita berbohong agar tidak membuatnya kecewa.

Misalnya, pacar: “kamu kemarin katanya lagi gak enak badan, tapi kok kata anu kamu ikut reunian? Kok gak bilang-bilang?!!!”, cowok: “kemaren aku sebenarnya gak enak badan tapi karena dipaksa ama temen-temen akhirnya aku pergi, aku gak ngomong kalau aku pergi takutnya nanti kamu cemburu soalnya ada banyak temen-temen cewek aku di sana”, pacar: “kamu tuh ya! Gak pernah bisa ngertiin aku, setidaknya kamu ngomong kek kalau kamu pengen reunian, tahu gak aku tuh sampe telepon mama kamu karena kamu gak angkat telepon aku!”

Karena Wanita Memang “Jago” Mengatur Kata-katanya

Kalau dilihat dari contoh kejadian di atas, wanita memang punya kalimat yang paling handal. Setidaknya untuk membuat kita merasa bersalah. Kalau saya sih, sebaiknya Anda bisa bersikap jujur dan tegas. Maksudnya paling tidak Anda sudah mengatakan A berarti itu harus A, bukannya mengaku tidak enak badan tapi ikut reunian juga.

Karena Wanita Tidak Cuma Ingin Dimengerti tapi Juga Dimaklumi

Inti dari sebuah hubungan memang saling mengerti dan saling memaklumi, tapi itu hanya berlaku bagi wanita. Ya karena wanita ingin dimengerti, seperti lirik lagi Ada Band. Tapi sebenarnya bukan Cuma dimengerti wanita juga ingin dimaklumi termasuk saat dia jadi pihak yang sebenarnya salah.

Misalnya: cowok: “eh undangannya Rita kamu bawa kan?”, pacar: “aduh iya aku lupa, kamu sih lama banget jemputnya jadi aku lupa deh”, cowok: “kan bisa disiapin sebelumnya, lagian kamu kan bawa tas kenapa gak dimasukin duluan”, pacar: “ya namanya orang lupa, kan bisa pake amplop biasa ribet amat sih kamu”, cowok: Cuma bisa mengelus dada.

Wanita Selalu Paling Benar oleh SegiEmpatKarena Pria Kadang Lupa dengan Kesalahan Kecilnya

Hal ini mungkin paling sering dilupakan oleh para pria. Sebagai pria kita lebih sering melihat hal-hal yang lebih besar, misalnya payudara sementara hal-hal kecil justru kerap kita abaikan begitu saja. Nah, sementara wanita justru dapat melihat hal-hal kecil itu. Jadi jangan heran kalau si dia bisa ngambek hanya karena kita lupa hari spesial dalam hubungan Anda.

Misalnya, pacar: “eh kamu ingat gak dulu waktu pertama kali kita ketemuan itu di kafe ini lho”, cowok: “oh ya? Duh tahun kapan ya itu? aku lupa, udah lama juga kan”, pacar: “oh udah lupa!!!!”.

Karena Pria Punya Tanggungjawab Besar

Sebenarnya sih sudah tuntutan alami kalau sebagai pria kita memang harus bisa banyak bersabar ketimbang wanita. Karena sesuai peran gender kita, pria itu adalah pemimpin yang punya tanggungjawab besar.

Menghadapi kenyataan kadang ada saja hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, jika kita tidak bisa bersabar maka hal tersebut akan menimbulkan masalah. Seperti dalam hubungan, jika kita tidak bisa bersabar dengan sikap si dia ujung-ujungnya jomblo juga secara tidak langsung kita-lah yang bisa disebut sebagai perusak hubungan.

LEAVE A REPLY