Pemeriksaan Kesehatan Sebelum menikah

Mencintai dan dicintai adalah hal terindah yang bisa terjadi dalam hidup seseorang. Tapi cukupkah hanya cinta sebagai modal untuk menikah?

Jawabannya adalah “Tidak”.
Kesiapan mental atau psikis harus dipertimbangkan. Bahkan kini, sudah timbul kesadaran dari kaum wanita untuk melakukan tes kesehatan maupun konsultasi dengan psikolog sebagai bekal untuk membentuk mahligai rumah tangga yang harmonis dengan calon pasangannya.

Alasannya jelas. Tanpa modal yang cukup, cinta yang menjadi landasan rumah tangga bisa goyah. Demikian pula jika salah satu pihak mengidap penyakit kelamin atau infertil/mandul. Karena jika pernikahan sudah terjadi, saling menyalahkan satu sama lain tentu bukan solusi yang tepat. Karena itu, cinta saja tidak akan cukup menjadi modal untuk menikah.

Sebelum menikah, ada hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu tes kesehatan. Tes ini disebut juga pemeriksaan kesehatan pranikah, atau premarital check-up. Tes ini sangat penting bagi kesehatan Anda dan pasangan. Pemeriksaan seperti ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan dilangsungkan.

Lalu apa saja yang perlu diperiksa sebelum menikah?

Tes yang paling penting adalah tes di bagian reproduksi dan bagian genitalia (kelamin). Pemeriksaan ini berlaku baik bagi pria maupun wanita. Sebelum menikah, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu ada-tidaknya penyakit yang diidap di organ genitalia dan pada organ reproduksi calon pasangan kita. Selain itu, bagi calon pengantin perempuan, perlu juga memeriksakan kandungannya.

Jadi sebelum menikah, sebaiknya periksakan kesehatan bagian kelamin dan reproduksi Anda dan pasangan. Tujuannya adalah agar Anda berdua bisa saling menerima apa adanya dan mengambil tindakan antisipasi yang diperlukan jika memang ternyata ditemukan gangguan kesehatan. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan/penyakit yang bisa menyebabkan infertilitas atau sulut mendapatkan keturunan.

Jika Anda dan pasangan berencana untuk menikah, periksakan kesehatan organ genitalia Anda berdua ke dokter spesialis kulit dan kelamin, periksakan juga kesehatan organ reproduksi dan kandungan Anda di dokter spesialis kandungan. Dengan diagnosa yang tepat, bisa segera dilakukan tindakan pencegahan atau pengobatan yang diperlukan. Jangan sampai penyakit tersebut merusak rumah tangga sepasang pengantin baru. Jika pemeriksaan dilakukan sebelum menikah, setidaknya kedua belah pihak sudah saling mengetahui kekurangan masing-masing pada bagian kelamin dan reproduksi. Terlebih lagi dengan pergaulan pria-wanita yang semakin permisif di era modern ini mengakibatkan semakin tingginya kecenderungan untuk terjadi pergaulan bebas. Mungkin Anda sudah lama mengenal pasangan Anda dan percaya bahwa dia adalah orang yang terbaik bagi Anda. Namun alangkah baiknya Anda dan pasangan menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah. Toh tujuannya baik, bukan?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY