menghentikan kebiasaan menggigit kuku pada anak oleh Asmara SegiEmpatSaat melihat kuku jari tangan panjang, mungkin Anda tidak sabar untuk menggigitnya, terlebih lagi jika Anda tidak menemukan pemotong kuku. Rupanya kebiasaan buruk ini juga seringkali dilakukan oleh anak. Padahal kebiasaan ini bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Oleh karena itu, Anda harus menghentikan kebiasaan menggigit kuku pada anak. Karena jika dibiarkan, maka kesehatannya akan terganggu.

Berikut ini adalah tips menghentikan kebiasaan menggigit kuku pada anak:

  • Cari Tahu Alasannya

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tanyakan kepada anak kenapa bisa dia memiliki kebiasaan seperti ini. Jika mereka mengataskan karena tidak suku dengan kuku yang kotor, ajarkan kepada mereka untuk rajin mencuci tangan dan menggosok kukunya dengan menggunakan sikat. Kalau mereka mengatakan tidak suka dengan kuku yang panjang, maka Anda harus mengajarinya untuk selalu memotong kukunya dengan menggunakan pemotong kuku. Katakan kepada mereka kalau hal tersebut adalah kebiasaan buruk dan bisa berdampak pada kesehatannya.

  • Terapkan Kebiasaan Memotong Kuku

Sebaiknya Anda mulai membentuk kebiasaan rajin memotong kepada anak. Hal ini untuk mencegahnya selalu menggigit kuku. Keinginan untuk menggigit kuku biasanya akan muncul jika anak memiliki kuku yang panjang. Oleh karena itu, pastikan kalau kukunya dijaga agar tetap pendek dan tidak terlalu panjang. Dengan begitu, mereka tidak akan tertarik untuk menggigiti kukunya.

  • Sampaikan Melalui Cerita

Jika anak Anda telah memasuki usia sekolah, akan sangat mudah bagi Anda untuk menjelaskan kepadanya tentang hal buruk yang bisa terjadi jika dia menggigit kuku. Namun akan sulit untuk memberi tahu anak yang masih kecil. Tapi Anda bisa mengakalinya dengan menjelaskan lewat cerita. Ceritakan kepadanya tentang hal buruk yang terjadi jika seseorang sering menggigit kuku. Contohnya, anak yang sakit peru karena kebiasaannya menggigiti kuku.

Pada awalnya, mungkin akan sulit untuk menerapkan cara ini. Tapi kalau Anda menjelaskannya dengan baik dan tidak dengan nada marah, maka anak akan menghilangkan kebiasaan tersebut secara perlahan. Jika dia kembali melakukannya, tegurlah dengan halus dan tidak di hadapan banyak orang.

LEAVE A REPLY