Foto Mengurangi Membentak Anak Oleh Asmara Dan Cinta SegiEmpatTahu kah Anda? Metode yang Anda gunakan untuk mendidik buah hati ternyata dapat mempengaruhi mental yang terbentuk dalam dirinya. Apabila Anda kerap membentaknya di rumah lantaran sebuah kesalahan yang ia lakukan walaupun itu sangat kecil, maka buah hati bisa saja tumbuh menjadi seorang anak yang pendendam, penyimpan perasaan, ataupun pembangkang. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan membentak buah hati ketika ia berada di rumah, sebab mengajari dan memberitahunya mengenai sesuatu yang benar tak selalu bisa dilakukan dengn membentaknya. Lantas? Bagaimana kah tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan tersebut? Yuk, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

1. Cobalah Untuk Mengatur Waktu Lebih Baik

Salah satu hal yang membuat Anda kerap membentaknya adalah sedikitnya waktu yang Anda miliki untuk menemani aktivitasnya, misalnya mempersiapkan berbagai hal yang ia butuhkan untuk pergi ke sekolah. Buru-buru hanya akan membuat Anda menjadi tak sabar dan meminta buah hati mengerti kondisi kita namun tak sedikit pun kita berusaha untuk mengerti dirinya. Padahal, ia tengah belajar dan dididik mengenai kedisiplinan masuk ke sekolah tepat waktu oleh gurunya di sekolah. Oleh sebab itu, cobalah untuk bangun lebih pagi sehingga Anda tak merasa kerepotan menyiapkan berbagai kebutuhan buah hati dan kebutuhan lainnya di pagi hari.

2. Mengertilah Kemampuan Buah Hati

Sebagian besar dari orangtua memiliki harapan lebih pada buah hatinya. Misalnya menginginkan anaknya pintar dan juara di sekolah atau menginginkannya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Keinginan tersebut memang tak salah. Namun, keinginan itu akan bersifat sebaliknya apabila Anda tak memperhatikan bagaimana kondisi buah hati Anda. Misalnya, pada usia yang masih 4 tahun Anda memintanya untuk membersihkan kamarnya setiap hari. Padahal pada usia tersebut buah hati masih belum mengerti artinya disiplin sehingga membuatnya justru membangkang dan tak memperhatikan kata-kata Anda. Oleh sebab itu, didiklah anak Anda sesuai dengan usianya, jangan membuatnya menjadi orang yang dewasa sebelum waktunya dan kehilangan masa kanak-kanaknya bersama teman-temannya.

3. Jadilah Seorang Role Model

Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, pun begitu dengan anak. Apa yang Anda lakukan kini bisa saja menjadi bumerang bagi Anda sendiri sebab anak bisa saja mengatakan perasaannya ketika ia sudah bisa berpikir dengan dewasa nantinya. Oleh sebab itu, cobalah untuk berhenti mencaci atau mencemoohnya, berhentilah membentak apalagi memukulnya. Sebaliknya, cobalah untuk membangun sebuah komunikasi yang baik dengannya. Cobalah untuk mengingatkannya dengan cara yang lembut guna menghindari tumbuhnya sifat-sifat buruk dalam dirinya.

 

4. Kendalikan Suara Anda

Apa yang dilakukan oleh orangtuanya juga bisa saja ditiru oleh buah hati Anda. Pun begitu saat Anda berbicara dengan suara yang keras, ia pun juga bisa berbicara dengan nada yang keras. Oleh sebab itu, cobalah untuk belajar mengendalikan suara Anda guna mengontrol emosi yang Anda rasakan saat menghadapi buah hati.

LEAVE A REPLY