Berbicara tentang suku, ternyata masih terdapat banyak hal yang luput dari perhatian. Selama ini kita hanya mengenal dari sisi budaya, kebiasaan serta tradisi dari sebuah suku itu. Tapi nyatanya masih ada kisah lain yang selama ini mungkin tidak pernah terekspos.

Kehidupan yang berbeda dari manusia umumnya dan hidup terisolir nyatanya tidak membuat mereka tertutup dengan dunia luar. Meski memang ada beberapa suku yang terkenal menolak dunia luar. Bahkan diketahui ada beberapa suku yang bahkan sempat menikah dengan wanita cantik yang berasal dari dunia luar. Benarkah? Seperti apa kisahnya? Berikut 3 wanita cantik yang menikah dengan suku pedalaman.

Sarah Begum

Wanita Cantik yang Menikah dengan Suku Pedalaman oleh SegiEmpatWanita cantik asal Inggris bernama Sarah Begum mungkin mendapatkan sesosok pria yang benar-benar spesial dalam hidupnya, sehingga ia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria yang merupakan ksatria pada suku Huaorani yang berada di hutan Amazon Ekuador.

Suku Huaorani sendiri tercatat sebagai salah satu suku yang dikenal berbahaya yang cukup menolak dunia luar. Tapi nampaknya paras cantik Sarah Begum dapat membuat mereka takluk.

Sarah awalnya ingin berlibur sambil membuat film dokumenter tentang kehidupan suku Huaorani. Setelah bernegosiasi panjang akhirnya Sarah diterima dengan baik oleh suku Huaorani. Selama 2 minggu ia tinggal di dalam hutan belantara dan menjalani hidup layaknya suku Huaorani.

Wanita Cantik yang Menikah dengan Suku Pedalaman oleh SegiEmpatMenurut kisahnya, suatu malam Sarah diundang untuk bertemu dengan para sesepuh. Dalam perbincangannya Sarah diminta untuk melepas semua pakaiannya jika ia benar-benar ingin hidup seperti suku Huaorani. Awalnya Sarah menolak tapi pada akhirnya Sarah menerima permintaan tersebut. Dimalam itu Sarah juga langsung dimahkotai dengan gelar kehormatan dari suku Huaorani dan dinikahkan dengan seorang ksatria bernama Ginkto.

Wyn Sargent

Wanita asal California Amerika Serikat ini sempat jadi perbincangan yang menghebohkan masyarakat tanah air. Pasalnya pada tahun 1973 lalu Wyn Sargent sempat menikah dengan kepala suku Dani di hutan belantara Papua.

Wanita Cantik yang Menikah dengan Suku Pedalaman oleh SegiEmpatWyn Sargent sebenarnya adalah seorang jurnalis yang ingin melakukan penelitian terhadap suku Dani yang begitu melegenda seantero dunia. Wyn berusaha mendekati suku Dani dengan membawakan sejumlah alat kesehatan, hanya saja cara yang dilakukan Wyn ditolak oleh kepala suku Dani Obahorok. Kehidupan suku Dani sejak masuknya Wyn sempat memanas bahkan sempat terjadi pertikaian diantara mereka, hingga akhirnya Wyn memutuskan untuk hidup menjadi bagian suku Dani. Wyn menawarkan diri untuk menikah dengan Obahorok, dan hal tersebut pun langsung disambut gembira.

Setelah menikah kontroversi pun mulai terjadi meski saat itu suku Dani sendiri sempat menggelar pesta yang sangat mewah. Sejumlah orang mengklaim jika pernikahan Wyn hanyalah simbolis, tapi ada pula yang mengatakan jika Wyn dan kepala suku Dani hidup layaknya suami istri pada umumnya. Tapi sepertinya Wyn sendiri kala itu menyimpan niat lain dalam pernikahannya dan terbukti setelah dikabarkan menghilang dari tanah Papua, setahun berikutnya Wyn merilis buku berjudul ‘People of the Valley’ yang mengangkat kehidupan suku Dani.

Cheryl Mason

Berbeda dengan Wyn, Cheryl Mason benar-benar menikah dengan seorang suku pedalaman karena alasan cinta. Bahkan wanita asal Inggris ini rela cerai dari suami sebelumnya.

Wanita Cantik yang Menikah dengan Suku Pedalaman oleh SegiEmpatBerawal dari liburan Cheryl Mason di Kenya, dalam perjalanannya ia bertemu dengan suku Maasai. Saat itu Cheryl pun memutuskan untuk mengenal lebih jauh mengenaai kehidupan suku Maasai hingga akhirnya ia jatuh cinta dengan seorang prajurit suku Maasai bernama Lekimenju. Pernikahan pun akhirnya terjadi tapi pernikahan keduanya dianggap ilegal oleh pemerintah Inggris, bahkan saat Cheryl dan Lekimenju datang ke Inggris Lekimenju justru dideportasi.

Cinta mereka yang kuat ternyata membuat Cheryl berusaha untuk mendapatkan visa bagi suaminya. Usahapun berhasil dan Cheryl hidup bersama Lekimenju di Isle of Wight, Inggris.

Seiring waktu Cheryl pun hamil bahkan ditengah kehamilannya cintanya dengan Lekimenju justru diterpa prahara. Cheryl mengaku jika suaminya tidak dapat membangun hubungan baik dengan ketiga anak dari suami sebelumnya, bahkan suaminya pun cenderung egois. Akhirnya tahun 2000 Cheryl dan Lekimenju cerai, bersama 4 anaknya Cheryl pindah ke kota lain sementara Lekimenju tetap di Isle of Wight.

LEAVE A REPLY