Hampir setiap Negara punya tradisi atau festival unik yang berbeda-beda, dan ternyata para jomblo juga kecipratan akan sebuah tradisi. Bedanya, jika di beberapa Negara dikenal dengan tradisi cari jodoh, maka di beberapa Negara ini justru ada sebuah tradisi aneh bagi para jomblo.

Tradisi Aneh Bagi Para Jomblo oleh SegiEmpatSejak ratusan tahun lalu, para pendahulu kita seperti juga setuju kalau jodoh itu adalah sebuah masalah yang cukup rumit. Karena itu untuk membantu orang-orang jomblo dalam mencari pasangan, berkembanglah sebuah tradisi yang unik dan tergolong aneh. Penasaran kan seperti apa?

Gokon

Gokon yang merupakan kepanjangan godo konpa, yang berarti “hari kumpul-kumpul”, merupakan sebuah hari spesial bagi para jomblo di Jepang. Pasalnya pada hari ini mereka akan dipertemukan dengan sesamanya, ya sama-sama jomblo. Para muda-mudi di Jepang akan menghabiskan semalam suntuk untuk makan, minum-minum dan karaoke. Kalau ada diantara mereka yang saling suka maka mereka dipersilahkan untuk melanjutkan penjajakan.

Tradisi Aneh Bagi Para Jomblo oleh SegiEmpatNamun sayangnya tradisi gokon di masa sekarang ini sudah berubah menjadi ajang pelecehan seksual bagi kaum wanita. Pasalnya, para pria cenderung akan memaksa mereka untuk banyak minum. Tujuannya biar mabuk dan mereka bebas melakukan perbuatan bejatnya. Tak heran tradisi ini mulai sulit di dapatkan.

Guanggun Jie

Di China sekarang ini isu perihal susahnya menikah sedang ramai di bahas, karena setiap tahunnya angka pernikahan di Negara ini ternyata sudah menurun drastis. Karena hal tersebut kaum jomblo di China kembali menggerakkan sebuah tradisi yang mengkhususkan bagi para jomblo.

Tradisi Aneh Bagi Para Jomblo oleh SegiEmpatTradisi tersebut dikenal dengan nama Guanggun Jie yang sebenarnya berarti “hari ranting telanjang”. Tapi jangan berpikiran kotor dulu, meski umumnya yang ikut tampil buka-bukaan, istilah ranting telanjang dikhususkan bagi mereka-mereka yang masih jomblo alias perjaka tinting. Perayaan ini dilaksanakan setiap 11 November, dan diikuti tidak hanya pria tapi juga wanita.

Black Day

Kisah cinta drama Korea selalu sukses mengoyak hati para penontonnya, meski kadang pemerannya terlalu cantik tidak terkecuali para aktornya. Namun faktanya kehidupan romansa bagi para muda-mudi di Korea Selatan tidak seindah di film-film. Jadi jomblo bagi masyarakat Korea Selatan ternyata merupakan sebuah kesialan tersendiri, tapi bukannya terpuruk atau bahkan curhat habis-habisan di sosmed seperti banyak kaum jomblo di tanah air. Orang-orang jomblo di Korea Selatan justru merayakannya.

Tradisi Aneh Bagi Para Jomblo oleh SegiEmpatTradisi tersebut dikenal dengan nama Black Day, dimana mereka yang jomblo akan memakai baju serba hitam dan akan memakan jjajangmyeon atau pasta kedelai hitam. Rasanya? Jangan ditanya, karena sama seperti yang mereka alami di kehidupan romansanya. Ya, rasanya pahit.

Cinnamon Day

Tradisi Aneh Bagi Para Jomblo oleh SegiEmpatMuda-mudi di Denmark juga punya tradisi tersendiri bagi mereka yang masih jomblo. Bedanya, kalau di Jepang, China dan Korea tradisi mereka digunakan untuk kumpul-kumpul sesama jomblo, maka di Denmark orang yang masih jomblo justru mengalami kejadian yang miris. Mereka yang masih jomblo sampai umurnya 25 tahun siap-siap diikat dan disiramkan bubuk kayu manis secara beramai-ramai. Kalau sampai 30 tahun masih jomblo juga maka dia juga akan disiram dengan bubuk, bedanya bubuknya bukan kayu manis tapi lada.

Mungkin tradisi seperti itu cukup bagus kalau ada di Indonesia, tapi bukan yang seperti di Jepang, China atau Korea tapi seperti tradisi di Denmark. Betah amat ngejomblo!

LEAVE A REPLY