Di masa sekarang ini mungkin ada banyak hal yang sudah berubah dan kita anggap sebagai hal yang normal, namun bisa saja dimasa lalu hal tersebut justru terlihat ganjil. Begitu juga sebaliknya.

Tidak dipungkiri seiring dengan perkembangan jaman, beberapa hal yang berasal dari masa lalu kini sudah mulai terasingkan bahkan sebagian besar kalangan masyarakat justru menganggap hal tersebut sebagai hal aneh dan tabu.

Seperti tentang seks, dimasa beberapa abad yang lalu seks tidak hanya menjadi aktivitas untuk memenuhi kebutuhan biologis semata melainkan bagian dari adat istiadat yang sifatnya terikat. Kini adat-adat tersebut tentunya dipandang aneh bahkan beberapa diantaranya bukan hanya aneh tapi mengerikan. Seperti apa? berikut 5 adat aneh tentang seks dimasa lalu.

Prostitusi yang Dianggap Suci Dimasa Babilonia

Adat Aneh Tentang Seks Dimasa Lalu oleh SegiEmpatBagi kita prostitusi adalah hal yang dilegalkan karena berbenturan dengan budaya dan adat timur yang kita anut. Tapi di beberapa Negara protitusi justru dilegalkan dengan berbagai alasan. Namun bagaimana jadinya kalau prostitusi justru dianggap suci? Aneh tentunya.

Di masa Babiloia itulah yang terjadi, sesuai adat dan istiadat yang berlaku kala itu mewajibkan setiap wanita setidaknya sekali dalam seumur hidup wajib menjalani seks sebagai penghormatan pada Dewi Mylitta. Dimana setiap wanita akan memasuki sebuah kuil yang dibangun untuk Dewi Mylitta dan didalamnya mereka wajib untuk berhubungan badan dengan orang yang sudah memberikan kepingan perak. Nantinya penghasilan tersebut akan dipersembahkan untuk Dewi Mylitta karena dianggap sebagai benda suci.

Adat pelacuran alias prostitusi ini juga dibenarkan oleh Herodotus seorang ahli sejarah Yunani kuno. Bahkan dalam catatannya kuil yang dianggap suci tersebut justru layaknya sudah menjadi tempat mengerikan. Bagaimana tidak, setiap wanita yang masuk ke dalamnya tidak diperbolehkan pulang sebelum ada seorang pria yang menaruh koin perak di pahanya dan berhubungan seksual dengan pria tersebut.

Adat Sutee Bagi Janda di India Kuno

Di masa India kuno sejumlah kelompok masyarakat dulu menerapkan adat yang boleh dibilang sangat mengerikan bagi kaum wanita. Pasalnya, para wanita yang sudah menikah dianggap tidak layak untuk hidup setelah suaminya meninggal. Adat tersebut dikenal dengan nama Sati atau Suttee.

Adat Aneh Tentang Seks Dimasa Lalu oleh SegiEmpatSeorang janda dianggap tidak layak untuk hidup dan berhubungan seksual dengan orang lain setelah suaminya meninggal. Untuk itu seorang janda wajib menjalani ritual suttee. Ritual ini dilaksanakan dengan sederhana tapi sangat brutal. Pasalnya wanita yang ditinggal meninggal oleh suaminya harus menyusul suaminya. Biasanya ritual ini akan dilaksanakan sesuai dengan prosesi jenazah suaminya. Jika suaminya dikremasi maka si janda diwajibkan untuk melompat atau bisa didorong ke api yang membakar jasad suaminya. Ya, seorang janda akan ikut dibakar hidup-hidup bersama jasad suaminya, dan jika suaminya dikubur maka seorang janda juga akan dikubur hidup-hidup tepat disamping jenazah suaminya. Adat yang aneh dan mengerikan.

Pelelangan Calon Istri Dimasa Yunani Kuno

Dimasa Babilonia, selain pelacuran yang dianggap suci ternyata masih ada sebuah tradisi atau adat aneh tentang seks. Selain praktek prostitusi, para wanita dimasa Babilonia juga diperdagangkan layaknya pasar.

Adat Aneh Tentang Seks Dimasa Lalu oleh SegiEmpatMenurut Herodotus, sejumlah wanita muda akan dibawa dan ditempatkan pada sebuah kuil yang sudah dipenuhi oleh pria-pria yang sedang mencari istri. Disana para wanita muda tersebut akan dipamerkan di depan pria dan dilelang. Seperti pelelangan pada umumnya wanita-wanita muda yang diambil dari setiap desa “dijual” dengan harga tertinggi. Siapa yang memberikan penawaran tertinggi berhak untuk memperistrinya.

Semakin cantik, semakin tinggi dan semakin seksi maka semakin tinggi pula nilai yang dipatok. Disana para pria kaya yang mungkin sudah beristri pun akan bersaing untuk mendapatkan wanita tercantik. Ibaratkan sebuah barang, wanita yang tidak laku bukannya dipulangkan justru diberikan secara cuma-cuma pada rakyat jelata yang tidak dapat bersaing dengan pria-pria kaya.

Ramuan Perangsang Dimasa Yunani Kuno

Adat Aneh Tentang Seks Dimasa Lalu oleh SegiEmpatSekarang ini mungkin Anda sering menemukan perdagangan ramuan khusus untuk membuat seseorang jadi birahi atau untuk menambah performa di ranjang. Hal ini ternyata di era Yunani kuno justru bukan hanya sebagai ramuan “pembantu” tapi justru menjadi adat yang wajib dilakukan bagi para pria, bukan hanya untuk “malam pertama” tapi juga untuk mereka yang sudah menikah.

Anehnya, ramuan tersebut justru dibuat dari berbagai bahan yang tidak biasa. Mulai dari bubuk lada, abu pembakaran ekor rusa hingga tanaman liar yang hanya ada di India. Salah satu ramuan yang sempat tercatat dalam sejarah adalah mencampur bubuk lada dengan madu atau menggiling abu dari pembakaran ekor rusa yang dicampur dengan arak. Konon ramuan-ramuan tersebut dapat membuat para pria dimasa Yunani kuno klimaks sampai 12 kali, bahkan ada yang konon sampai 70 kali.

Kutukan Dewa Priapus

Dimasa sekarang ini nama Priapus dikenal sebagai salah satu istilah medis bagi para pria yang organ intimnya terus “tegang” dan sama sekali tidak bisa lunglai tanpa adanya rangsangan apapun. Isitilah ini ternyata berasal dari nama Dewa Priapus diera Romawi kuno.

Adat Aneh Tentang Seks Dimasa Lalu oleh SegiEmpatDewa Priapus dimasa Romawi kuno jadi simbol seksual dengan kutukan yang mengerikan. Menurut catatan dari puisi Romawi kuno, konon jika ada seseorang yang melakukan kejahatan terhadap Dewa Priapus maka ia akan mengalami pengalaman seksual yang mengerikan. Jika pelakunya adalah wanita maka dia wajib untuk “menyerahkan” lubang kelaminnya pada Priapus, jika itu pria maka ia harus memberikan mulutnya sedangkan jika anak laki-laki maka dia harus menyerahkan bokongnya.

Tak heran dimasa lalu patung-patung dewa Priapus kadang dijadikan sebagai “alat penangkal” kejahatan karena kutukannya yang ganas.

LEAVE A REPLY