Sekarang ini Indonesia tercinta sudah tidak lagi dijajah Negara lain, tapi NKRI yang diperjuangkan dengan penuh darah dan air mata sampai sekarang justru terancam akan perpisahan. Satu daerah yang dulunya jadi bagian dari NKRI pun sudah terlepas dari Ibu Pertiwi yang dulunya bernama Timor Timur kini sudah berganti jadi Negara Timor Leste.

Penduduk Timtim yang Memilih Indonesia oleh SegiEmpatPerpisahan ini pastinya kembali mencatatkan sejarah bagi tanah air tercinta, meski itu adalah sejarah yang cukup kelam bagi tanah air. Namun pada kenyataannya masih ada yang jauh lebih kelam dibalik itu semua, tak lain adalah nasib para penduduk Timtim yang tetap memilih berkewarganegaraan Indonesia. Perjuangan mereka dan cinta mereka terhadap Indonesia justru sangat miris, berikut fakta miris penduduk Timtim yang memilih Indonesia.

Tetap Cinta NKRI Meski Air, Listri dan Pendidikan Tidak Memuaskan

Meski mayoritas penduduk Timor Timur memilih untuk berpisah dengan Indonesia tapi tidak sedikit masyarakat Timtim yang bersebelahan. Salah satunya adalah Jose Ximenes Siqueira Da Costa yang merupakan salah satu bagian milisi Aitarak. Bersama temannya Jose dulu begitu getol berjuang agar Timtim dan Indonesia tetap satu.

Kini apa yang harus ia hadapi dengan pilihannya justru sangat memiriskan. Jose dan beberapa temannya kini tinggal di “tanah pinjaman” dengan gubuk seadanya dan tebak bagaimana kehidupan mereka disana? Ya, karena mereka tidak memiliki hak di tanah tersebut mereka pun jad hidup serba terbatas. Jangankan untuk berdagang, air, listrik dan sekolah pun tidak mereka miliki. Memang ada bangunan yang dijadikan sekolah tapi lihatlah kehidupan mereka, apakah itu disebut sekolah? Belum lagi risiko diusir bisa kapan saja terjadi.

Penduduk Timtim yang Memilih Indonesia oleh SegiEmpatTapi meski hidup serba memiriskan Jose dan kawan-kawan tetap cinta Indonesia.

Tetap Cinta NKRI Meski Nyawa Terancam

Penduduk Timtim yang Memilih Indonesia oleh SegiEmpatMilisi Aitarak adalah kelompok orang yang tidak ingin berpisah dari Indonesia. Bersama TNI dan para pejuang mereka melakukan segala cara agar saudara, teman, tetangga sampai musuhnya sekalipun yakin untuk tetap jadi warga Indonesia. Mereka sama sekali tidak kenal takut bahkan kecintaannya terhadap Indonesia justru tidak membuatnya gentar meski nyawa mereka terancam. Semasa perjuangannya sudah bukan rahasia lagi kalau para Militisi Aitarak sempat diburu oleh mereka yang pro perpisahan. Tapi karena cinta dengan Merah Putih mereka tidak peduli dengan nyawa sendiri.

Cinta NKRI Meski Terpisah dengan Keluarga

Pasca Timtim berpisah dari Indonesia para pejuang sama sekali tidak merubah keputusannya, mereka tetap memilih menjadi warga Negara Indonesia yang memang sejak dulu mereka miliki meski mereka harus dimusuhi bahkan ditinggalkan oleh keluarga sendiri yang memilih Timor Leste.

Penduduk Timtim yang Memilih Indonesia oleh SegiEmpatSebagai keluarga kita sendiri pastinya akan merasa sangat kehilangan saat sanak saudara kita meninggalkan kita meski itu ada ditempat yang sama. Seperti itu pula yang dirasakan para anggota milisi, namun meski berat cintanya kepada Indonesia tidak membuat mereka bergeming meski harus hidup terasingkan di tanah sendiri.

Tetap Cinta NKRI Meski Harus Hidup Sengsara

Jose hanya satu dari segelintir orang yang terus bertahan di “tanah pinjaman” masih ada puluhan warga lain yang mengalami nasib sama. Idealis dan cinta mereka terhadap Indonesia sama sekali tidak membuat mereka berubah pikiran padahal setiap mereka punya kesempatan untuk hidup lebih baik dengan satu syarat mereka harus meninggalkan warga negaranya.

Penduduk Timtim yang Memilih Indonesia oleh SegiEmpatTapi ditengah banyak orang yang melakukan hal apapun asal bisa mendapatkan hidup lebih baik mereka justru tetap cinta NKRI meski harus hidup sengsara. Bagi Jose dan kawan-kawannya mereka sama sekali tidak menyesal karena rasa sayang dan cintanya pada merah putih.

“Saya terlalu sayang merah putih. Saya tidak menyesal memilih NKRI walaupun sengsara begini. Kalau menyesal, saya sudah selamanya pulang ke Timor Leste” kata Jose.

Sekarang pertanyaannya, dimana pemerintah? Dimana orang-orang yang duduk di kursi tertinggi di bawah bendera Merah Putih? Hei lihatlah! mereka-mereka inilah yang pantas untuk kalian sejahterakan, mereka inilah yang pantas untuk mendapatkan kehidupan lebih baik karena merekalah yang ikut berjuang demi tanah air kita, Indonesia. Bahkan mereka pun tidak banyak meminta, mereka hanya ingin air dan listrik.

Mungkin para petinggi sedang sibuk untuk menata dan menjalankan Indonesia dengan baik, apalagi Indonesia ini luas. Tapi apakah mereka memang sesibuk itu? Atau mereka sibuk untuk menata kehidupan dan kepentingan mereka sendiri?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY