Sosmed emang gak pernah ada habisnya buat ngebahas yang satu ini, bukan Cuma karena kita masuk sebagai 5 besar pengguna sosmed terbesar di dunia tapi karena lewat sosmed banyak informasi yang kadang cukup membingungkan. Dan yang terbaru adalah tentang seorang Gajah Mada yang konon tidak seperti yang kita kenal selama ini.

gajah-mada-benarkah-seorang-muslim-bernama-gaj-ahmada-oleh-segiempatAnda pasti masih ingat kan tentang status viral yang menyebut kalau Gajah Mada sebenarnya seorang Muslim yang bernama Gaj Ahmada. Awalnya dari status yang kemudian di capture lantas disebar kemana-mana, dan kita yang selama ini tahu kalau sosok pejuang di Kerajaan Majapahit adalah seorang Hindu terpancing untuk mengomentarinya.

Tapi pertanyaannya benarkah Gajah Mada seorang muslim bernama Gaj Ahmada? Coba kita bicarakan dengan logika yang sehat.

Klaim dengan Bukti dari Sejarah

Dari yang saya perhatikan, banyak orang berkomentar karena berdasarkan sejarah sosok Pati yang punya kesaktian tinggi adalah seorang Hindu yang bernama Gajah Mada bukannya Gaj Ahmada. Karena itu banyak yang mulai komentar miring dengan status viral tersebut, seperti “waktu SD pasti sering bolos ya tong?”.

Memang sih kita sedikit “terusik” tapi klaim tentang Gajah Mada adalah seorang muslim yang bernama Gaj Ahmada punya bukti-bukti yang berasal dari sejarah. Tapi bagi yang kontra jangan langsung kebakaran jenggot ya.

Status viral yang menyebut Gaj Ahmada berasal dari adanya koin emas dan makam sang Patih, karena di koin dan makam Gajah Mada terdapat tulisan Arab yang dipercaya sebagai lafazh Tauhid akan kesaksian kepada Tuhan dan Rasul. Sementara nama Gaj Ahmada diklaim karena katanya masyarakat Jawa kala itu tidak dapat melafalkan dengan benar sehingga disebut dengan nama Gajah Mada.

Tapi Sejarahnya Belum Dapat Dibuktikan Secara Valid

gajah-mada-benarkah-seorang-muslim-bernama-gaj-ahmada-oleh-segiempatKlaim demi klaim tersebut membuat beberapa netizen cukup percaya, apalagi muncul sebuah statement kalau di penghujung usianya sang Patih sempat memeluk Islam sampai menutup usia. Tapi meski klaim tersebut dipercaya berasal dari sejarah namun itu belum bisa dibuktikan secara valid.

Ya belum ada bukti sejarah yang mampu membuktikan semua klaim tersebut, karena sampai sekarang belum ada penelitian yang mendalam tentang semua klaim. Termasuk koin yang bertuliskan kalimat syahadat. Meski disebut kalau uang koin itu beredar di masa kerajaan Majapahit tapi tidak ada yang menyebutkan kalau uang koin bertuliskan Arab tersebut dikeluarkan secara resmi oleh Kerajaan Majapahit.

Berdasarkan Naskah Kuno Gajah Mada Beragama Hindu

Nah, yang sudah terbukti nih berdasarkan sejarah yang tercatat di dalam Naskah Kuno mulai dari naskah Paraton, Kidung Sunda ataupun Usuna Jawa sang Pati beragama Hindu dan bernama Gajah Mada.  Sepeninggalnya kerajaan Hindu masuk ke masa kejaan dibawah pimpinan Hayam Wuruk, setelah itulah baru kerajaan Islam mulai bermunculan salah satunya kerajaan Deman Bintoro.

Itulah versi sejarah yang selama ini kita percaya sekaligus dianggap paling kuat karena tertuang pada prasasti dan naskah kuno.

Intinya sih ketimbang kita terus bersitegang mengenai dua perbedaan, jauh lebih baik kalau kita cukup saling mentoleransi dan mengambil positifnya saja. Apalagi kita tahu kalau sang Pati berjuang untuk mempersatukan Nusantara.

LEAVE A REPLY