Umumnya sebuah festival atau pesta diselenggarakan untuk merayakan sesuatu, entah itu memperingati hari-hari yang spesial atau hanya sekedar untuk bersenang-senang. Karena konsep utamanya bersenang-senang maka semua orang yang ikut terlibat di dalamnya akan melakukan semua hal yang dianggap menyenangkan. Tidak hanya berjoget, menyanyi bahkan hal-hal yang berkaitan dengan mesum.

Sekarang ini di era yang makin modern sudah jadi rahasia umum kalau sejumlah festival maupun pesta digelar secara “liar” sehingga menjadi ajang maksiat. Tapi ternyata dalam sejarah manusia festival liar pun sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Bahkan tercatat sejumlah bangsa maupun kaum justru sengaja membuat festival mesum demi tujuan tertentu, berikut 5 festival kuno paling mesum dalam sejarah.

Festival Mesum Bangsa Sodom

Festival Kuno Paling Mesum oleh SegiEmpatBangsa Sodom dalam sejarah sudah sangat terkenal akan perilaku liar mereka dalam urusan seksual, bahkan bangsa yang sudah terkenal akan kegemarannya berpesta ini pun sudah dikenal sebagai bangsa yang amoral dan maksiat.

Hampir setiap hari bangsa ini menggelar pesta dan festival mesum yang tidak hanya memperbolehkan masyarakatnya mengkonsumsi minuman beralkohol, seks bebas tapi juga seks sesama jenis. Mirisnya perilaku bangsa Sodom yang kini sudah musnah justru kembali marak dilakukan oleh sejumlah kalangan.

Festival Bacchanalia

Festival ini sebenarnya digelar untuk penghormatan pada Dewa Tammuz di era Babylonia, yang merupakan dewa cinta dan simbol kesuburan. Hanya saja festival Bacchanalia ini justru tidak diisi dengan ritual-ritual khusus seperti layaknya perayaan untuk penghormatan di masa itu. Melainkan diisi dengan ritual mesum yang dilakukan beramai-ramai.

Festival Kuno Paling Mesum oleh SegiEmpatFestival ini tidak punya aturan bagi setiap orang yang ingin ikut, sambil bernyanyi dan menari setiap orang yang ikut dibebaskan untuk memilih siapa saja yang ia inginkan untuk jadi pasangan seksnya. Bahkan jika bosan ia bebas memilih pasangan lain dan melakukaan apapun termasuk seks dengan tiga orang sekaligus. Orang-orang melakukaannya karena menganggap seks di festival ini adalah berkah.

Festival Mesum Kaisar Nero

Dalam sejarah kerajaan Romawi, Kaisar Nero tercatat sebagai salah satu Kaisar paling berpengaruh di masanya. Namun bukannya terkenal karena kepiawaiannya dalam memimpin rakyat melainkan karena kepiawaiannya dalam memuaskan para bangsawan dari berbagai kerajaan termasuk kepuasan pribadinya. Apalagi kalau bukan dengan menggelar festival liar yang berujung seks bebas.

Festival Kuno Paling Mesum oleh SegiEmpatKonon menurut kisahnya di masa Kaisar Nero, hampir setiap malam Kerajaan Romawi menggelar sebuah pesta meriah yang diisi dengan semua hal erotis, seks bebas hingga perilaku mesum yang amoral. Tak heran festival ini pun tercatat sebagai salah satu festival paling mesum di masa lalu.

Festival Beltane

Festival ini dulunya digelar oleh bangsa Viking untuk menyambut musim panas. Kala itu bangsa Viking akan membangun sebuah perapian yang besar lalu mengajak semua bangsanya untuk memutari api sambil bernyanyi bersama. Festival ini sebenarnya bertujuan untuk mensucikan diri tapi sepertinya mensucikan diri bagi bangsa Viking berbeda dengan anggapan kita.

Festival Kuno Paling Mesum oleh SegiEmpatSetelah selesai memutari api unggun para bangsa Viking akan melakukan seks bebas secara massal. Setiap orang dipersilahkan memilih siapa pun pasangan seksnya, tidak ada aturan yang melarang hanya saja setiap orang wajib bercinta di depan api unggun. Sekarang ini di salah satu Negara Eropa festival Beltane konon masih sering dilakukan.

Festival Penghormatan Mesir Kuno

Bangsa Mesir kuno dikenal sebagai salah satu bangsa tertua di dunia yang begitu kesohor akan kemewahannya, dan satu lagi bangsa Mesir Kuno juga dikeal akan perbuatan-perbuatan mesumnya. Bahkan dulu bangsa Mesir kuno juga punya satu festival paling mesum dalam sejarah.

Festival Kuno Paling Mesum oleh SegiEmpatFestival tersebut sebenarnya dibuat sebagai penghormatan pada Dewa Ra dan Dewa Sekhmet. Hanya saja festival yang cukup disakralkan ini justru diisi dengan berbagai perbuatan mesum. Semua bangsa Mesir kuno yang ikut diperbolehkan mabuk-mabukan dan seks sesuka hati. Konon karena liarnya festival ini tidak jarang orang-orang Mesir kuno terbangun di jalan-jalan kota bahkan ada yang masih dalam posisi bercinta.

LEAVE A REPLY