Bagi seorang muslim mengenakan hijab untuk kaum wanita bukan hanya tentang keyakinan semata tapi hijab adalah mahkota paling penting. Di tanah air sendiri yang mayoritas muslim kita sering menjumpai wanita yang mengenakan hijab bahkan cadar untuk menutupi seluruh tubuh. Hal ini bagi kita tentu menjadi pemandangan yang umum dan untuk sesama muslim kita pasti akan menghargainya.

Muslim Diperlakukan Keji karena Hijab oleh SegiEmpatTapi itu hanya terjadi bagi kaum muslim yang hidup di tempat yang mayoritas muslim karena nyatanya meski tidak selalu terjadi tidak sedikit umat muslim yang hidup sebagai minoritas justru mendapat perlakuan keji dan sangat diskriminatif hanya karena hijabnya.

Memang bukan hal mudah untuk hidup sebagai minoritas apalagi sekarang ini dunia sedang menaruh perhatian pada kaum muslim lantaran gerakan-gerakan kekerasan, pembunuhan dan teror yang mengatas namakan Islam. Seperti itulah yang terjadi pada 4 kisah dibawah ini dimana seorang muslim diperlakukan keji karena hijab, berikut kisahya.

Diusir dari Pesawat karena Menyebut Allah

Perjalanan liburan Nazia Ali bersama suami tercinta dari London ke Ohio benar-benar menjadi perjalanan yang memilukan. Setelah menikmati momen romantis dalam 10 tahun pernikahannya mereka justru mengalami perlakukan yang keji karena mereka adalah muslim dan saat berbicara menyebut nama Allah.

Muslim Diperlakukan Keji karena Hijab oleh SegiEmpatMenurut lansiran salah satu media, saat itu Nazia dan Faisal suaminya sudah berada 45 menit di atas pesawat. Tapi seorang pramugari memberitahu kapten pesawat jika ada sepasang penumpang muslim di atas pesawat yang sedang menelpon dan menyebut nama Allah. Si pilot pun lansung melaporkan ke petugas bandara dan ia menolak untuk terbang jika keduanya masih ada di atas pesawat. Petugas bandara pun datang dan menurunkan mereka dengan alasan untuk dimintai keterangan, sementara saat keduanya turun pesawat langsung diterbangkan.

Hijabnya Ditarik Paksa saat Mendarat

Seorang wanita berinisial K A mendapat perlakuan yang sangat keji dari seorang penumpang bernama Gill Parker Payne. Pria berusia 37 tahun tersebut memaki sambil menarik paksa hijabnya.

Muslim Diperlakukan Keji karena Hijab oleh SegiEmpatKejadian ini terjadi saat keduanya berada di atas pesawat yang sama dari Chicago menuju New Mexico. Gill yang sudah memperhatikan KA sejak di atas pesawat langsung memaki KA untuk melepaskan hijabnya. Bahkan disaat yang sama Gill juga menarik hijab KA sampai terlepas dan rambutnya terlihat. Gill sendiri kini harus menerima hukuman karena perbuatannya setelah pengadilan memutuskannya bersalah karena melanggar aturan kebebasan beragama.

Di PHK Karena Menolak Menyajikan Minuman Alkohol

Charee Stanley adalah seorang muslim sekaligus seorang pramugari di maskapai ExpressJet. Namun Charee sendiri kini di PHK oleh perusahaan maskapai hanya karena alasan yang konyol. Charee di PHK hanya karena ia menolak untuk menyajikan minuman beralkohol pada penumpang.

Muslim Diperlakukan Keji karena Hijab oleh SegiEmpatAwalnya, Charee sudah mendapat izin untuk tidak menyajikan minuman beralkohol pada penumpang tapi diprotes oleh sejumlah pramugari lainnya dengan alasan Charee tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Bahkan Charee juga dilaporkan karena mengenakan “hiasa” di kepala dan membawa buku bahasa asing (Al-Qur’an). Bukannya mengkaji dan meminta keterangan pada Charee, pihak perusahaan justru langsung memberhentikan Charee secara sepihak.

Dilarang Meminta Minuman Kaleng Karena Dia Muslim

Kejadian yang dialami Tahera Ahmad ini menjadi kisah yang benar-benar menyayat hati. Bagaimana tidak, hanya karena ia muslim dan mengenakan hijab ia justru mendapat perlakukan diskriminasi, tidak hanya dari pramugari tapi juga dari penumpang lain yang berada satu pesawat dengannya.

Muslim Diperlakukan Keji karena Hijab oleh SegiEmpatDalam penerbangan menuju ke Washington, Tahera meminta minuman soda kaleng seperti yang diminta oleh penumpang lainnya. Tapi jawaban yang ia dapat dari pramugari sangat mengejutkan. Minuman yang diminta Tahera memang datang tapi sudah dalam keadaan terbuka, saat Tahera menanyakan alasannya si pramugari mengatakan jika ia tidak bisa mendapatkan minuman kaleng yang masih tertutup karena ia bisa menjadikannya sebagai senjata. Sedih karena mendapat perlakukan keji Tahera meminta bantuan penumpang lain tapi bukannya dibela Tahera justru dimaki-maki oleh penumpang lain.

Sebagai kaum muslim kita pastinya marah akan perlakukan keji yang dialami saudara kita. Tapi jika kita melihat realita sebenarnya kaum kita sendiri-lah yang menyebabkan dunia menaruh rasa curiga pada kita. Sudah bukan rahasia lagi kalau sejumlah kelompok memanfaatkan keyakinan kita untuk meneror bahkan berbuat keji pada orang lain. Jadi sewajarnya kita bisa menjadikan kisah di atas sebagai pembelajaran untuk bisa saling menghargai keyakinan, kepercayaan dan agama kita masing-masing. Islam itu bukan kekerasan tapi Islam itu indah dan damai.

LEAVE A REPLY