Home » Aneh & Unik » Ilmu Pengetahuan » Megalodon, Hiu Purba Raksasa

Megalodon, Hiu Purba Raksasa


megalodon oleh segiempatHiu memang bukan predator terbesar yang ada di lautan. Tapi hiu yang kita kenal sat ini sudah cukup berbahaya, seberapa kecil atau seberapa besarpun ukurannya. Banyak peneliti yang menganggap bahwa hiu sebenarnya bukan predator yang suka memangsa manusia. Terlepas dari akurat tidaknya hasil penelitan tersebut, tapi tidak ada yang pernah berani melakukan penelitian dengan berenang di dalam kolam penuh hiu dan badan yang sudah dilumuri darah segar, karena akan konyol bagi sukarelawannya.

Bagi Anda-Anda yang phobia dengan hiu sudah sepantasnya bersyukur Anda tidak hidup di zaman ketika nenek moyang hiu masih menjadi raja di lautan lepas. Megalodon adalah nenek moyang hiu yang pada zaman pra sejarah menjadi predator paling sukses di lautan. Seberapa berbahayakah Megalodon ini? Bayangkanlah seekor hiu dengan ukuran, kecepatan, diameter mulut dan ketajaman gigi yang dikalikan 18! Seberbahaya itulah Megalodon.

Pada kenyataannya, Megalodon adalah sebuah spesies yang berbeda dari hiu, walaupun masih serumpun. Karena dalam kerajaan binatang, Megalodon ini adalah sebuah spesies terpisah dari hiu yang sudah punah. Dalam sejarah tentang predator dunia, Megalodon adalah salah satu predator paling kuat dan paling sukses ketika masih berkuasa di lautan skitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kesuksesan spesies ini bisa dilihat dari penyebaran fosilnya yang bisa ditemukan hampir di semua perairan dalam di muka bumi. Berarti ada masa ketika lautan di bumi dipenuhi oleh hiu yang sebesar kapal selam ini. Beruntung sekali saya dan Anda bukan manusia purba yang hidup di masa itu ketika Facebook belum ditemukan, semua orang masih mirip Andhika kangen band, dan lautan masih dikuasai Megalodon!

Megalodon adalah predator berdarah dingin dengan panjang maksimum 15,9 hingga 20,3 meter. Ini jauh lebih besar dari hiu putih yang kita kenal saat ini yang maksimal panjangnya hanya mencapai 1,5 hingga 1,7 meter. Hiu raksasa ini memangsa kebanyakan mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus yang pada saat itu belum berevolusi sempurna dengan ukuran sebesar paus biru yang kita kenal sekarang. Untuk mengetahui perbandingan ukuran Megalodon dan manusia dewasa, gambar di bawah ini adalah rangkaian fosil Megalodon yang disusun oleh Bashford Dean pada tahun 1909, dan gigi-gigi Megalodon yang dikumpulkan dari beberapa situs penggalian.

Megalodon dikenal sebagai ‘super-predator’ karena dengan ukurannya yang besar dan kecepatannya yang tinggi membuat mangsa-mangsanya pada saat itu hanya punya kesempatan kecil untuk menyelamatkan diri. Dominasinya di lautan diperkirakan berlangsung selama jutaan tahun hingga pada saat kepunahannya yang tiba-tiba.

Alasan kepunahan Megalodon hingga saat ini belum dapat dipastikan. Tapi mengenai hal tersebut, ada beberapa teori yang di jabarkan:

1) Pendingin Air Laut

Pada 15-17 juta tahun yang lalu, terjadi perubahaan tempratur yang signifikan pada kebanyakan perairan di bumi. pada masa tersebut terjadi perubahan sirkulasi air dari waktu ke waktu yang mencapai puncaknya pada penghujung masa Pliocene dan Pleistocene, yang kemudian dikenal dengan zaman es atau ‘ice age’. Ini membuat temperatur perairan dalam menjadi dingin secara signifikan. Perubahan temperatur air ini kemudian diasumsikan menjadi salah satu faktor kepunahan Megalodon.

2) Menurunnya Suplai Makanan

Paus Baleen mencapai tingkat diversiti tertinggi pada masa Miocene, dimana pada saat itu ada sekitar 20 spesies lain dari bangsa paus Baleen. Paus ini adalah makanan utama bagi Megalodon, dan menjadi faktor penting untuk bertahannya Megalodon sebagai predator sukses di perairan dalam. Tapi pada penghujung masa Miocene, banyak spesies paus yang punah. Sedangkan spesies-spesies yang bertahan hidup hanya spesies-speies yang dapat berenang lebih cepat daripada Megalodon dan yang ukurannya jauh lebih kecil daripada paus Baleen kebanyakan.

Selain itu, pada zaman es terjadi perubahan yang banyak dalam kehidupan mamalia laut. Paus di perairan tropis jumlahnya semakin berkurang, sementara sisanya berusaha untuk beradaptasi dengan perairan yang dingin. Catatan lokasi fosil memperlihatkan perubahan signifikan yang terjad pada pola migrasi paus, yang rata-rata telah berevolusi untuk bisa bertahan pada perairan yang ber-es. Keadaan ini merampas santapan utama Megalodon yang tidak bisa masuk ke dalam perairan ber-es. Perairan yang kebanyakan telah menjadi air dingin kemudian mengisolasi pergerakan Megalodon dan membatasi suplai makanannya. Dalam keadaan ini, diasumsikan bahwa Megalodon kemudian mengembangkan sifat kanibalisme yang memaksa Megalodon dewasa untuk menyerang Megalodon lain untuk memenuhi kebutuhan makan mereka. Ini juga kemudian dianggap sebagai salah satu faktor kepunahan mereka.

3) Hadirnya Kompetisi Baru

Predator yang dikenal dengan delphinids (nenek moyang paus pembunuh), berevolusi dan berkembang pada masa Pliocene dan mengisi kekosongan perairan dalam ketika kebanyakan spesies paus lain punah. Paus pembunuh berukuran raksasa ini kemudian menjadi rpedator sukses berikutnya karena kemampuannya untuk bertahan di perairan yang dingin dan juga perairan tropis. Beruntung bagi mereka, tapi ini menjadi bencana bagi Megalodon yang harus berbagi suplai makanan mereka yang kecil di perairan tropis dengan paus-paus pembunuh ini.

Megalodon membuthkan banyak makanan untuk menunjang kebutuhan tubuh mereka yang besar, dan lautan tropis yang menyempit pada saat itu sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhannya. Belum lagi dengan kehadiran paus pembunuh dengan jumlah besar semakin menipiskan persediaan makanan mereka. Menurut banyak ahli, perubahaan pola perairan yang signifikan pada masa itu telah memaksa Megalodon untuk punah, tapi hilangnya dominasi Megalodon ini kemudian menjadi awal kelahiran baru bagi kebanyakan predator-predator laut yang kita kenal saat ini.

Tentang Erwin Miradi

Internet marketer, PHP geek, dan seorang gamer sejati. Sebagai Internet Marketer yang sudah bergelut dengan situs dan blog sejak 2006, Erwin Miradi banyak menulis tentang turorial WordPress yang diambil dari pengalamannya sendiri. Untuk membaca profil selengkapnya, klik disini.

Berikan Komentar Anda: