Sekarang ini semua pasti tahu apa arti dari sebuah toleransi itu, hanya saja itu Cuma sekedar pengetahuan saja. Buktinya jaman sekarang masih banyak dan semakin banyak orang yang berseteru karena perbedaan agama yang membuat toleransi seakan hilang entah kemana.

Merasa yang paling baik dan paling benar pun menjadi penyebabnya. Mirisnya lagi, itu sudah terjadi di tanah air tercinta yang penuh dengan keberagaman. Karena besarnya pertarungan Pilkada di Ibukota, saling tuding bahkan saling mencaci pun merambah ke berbagai kota. Bahkan sosmed pun penuh dengan kebencian dari satu orang ke orang lain dan dari satu kelompok ke kelompok lain.

Tapi kalau para pengguna sosmed di tanah air sibuk saling menghujat karena perbedaan, di luar sana justru banyak orang yang membuktikan kalau toleransi itu masih ada. Seperti yang dilakukan oleh 4 umat muslim berikut yang bahkan merelakan nyawanya demi menolong umat Kristen. Seperti apa kisahnya? Berikut 4 muslim yang membuktikan toleransi masih ada.

Nagwa Abdel Aleem yang Merelakan Nyawanya Demi Melindungi Gereja

4 Muslim yang Membuktikan Toleransi Masih Ada oleh SegiEmpatKala itu Nagwa Abdel Aleem sedang berada di pintu masuk gereja Aleksandria kala pelaku teror bom bunuh diri berusaha meledakkan gereja. Bersama petugas kepolisian lainnya Nagwa bertugas untuk menjaga keamanan bagi semua umat Kristiani yang melaksanakan ibadah.

Ketatnya penjagaan berhasil menggagalkan upaya pelaku bom bunuh diri. Namun pada prosesnya pelaku akhirnya meledakkan diri di luar gereja dan ikut menewaskan Nagwa dan juga putranya. Nagwa Abdel Aleem meninggal setelah berusaha menghalang-halangi pelaku.

Najih Shaker Al-Baldawi Memeluk Pelaku Bom Bunuh Diri sampai Merenggut Nyawanya

4 Muslim yang Membuktikan Toleransi Masih Ada oleh SegiEmpatIraq sempat menjadi salah satu basis besar dari para kelompok teroris ISIS, namun hampir luput dari pemberitaan jika ada seorang pahlawan muslim yang sudah menyelamatnya ratusan nyawa orang tidak bersalah dari serangan kelompok radikal.

Dia adalah Najih Shaker Al-Baldawi. Abu Maha Al-Iraqi dari ISIS kala itu berusaha untuk meledakkan bom bunuh diri di sebuah tempat Ibadan di Balad, Iraq. Najih yang tahu kalau Abu membawa bom berusaha menggagalkan pelaku. Dia dengan berani memeluk Abu tanpa mau melepaskannya sampai akhirnya bom meledak dan ikut menewaskan Najih. Pada kejadian itu memang ada 37 orang yang meninggal namun Najih sudah menyelamatkan ratusan nyawa dengan aksinya.

Muslim Kenya Berani Mati demi Melindungi Umat Kristen

4 Muslim yang Membuktikan Toleransi Masih Ada oleh SegiEmpat
salah satu korban selamat

Kenya juga menjadi salah satu Negara yang penuh dengan serangan teror oleh para kelompok radikal. Pembajakan bus yang dilakukan oleh militan Al Shabaab dilakukan dengan tujuan untuk menghabisi para penumpang yang beragama Kristen. Pasalnya saat berhasil merangsek masuk mereka meminta agar penumpang yang beragama Islam memisahkan diri dari penumpang yang beragama Kristen.

Namun umat muslim menolak dan mereka bahkan dengan berani meminta agar kelompok militan turun dan pergi meninggalkan bis atau membunuh semua orang. Tak lama setelah itu kelompok militan pun langsung memborbardir bis dengan senjata dan menewaskan hampir semua penumpang.

Riyanto Memeluk Bom demi Menyelamatkan Ratusan Umat Kristen

4 Muslim yang Membuktikan Toleransi Masih Ada oleh SegiEmpatAksi heroik umat muslim demi menyelamatkan umat Kristen dengan dasar kemanusiaan dan toleransi pun sebenarnya terjadi di tanah air. Dia adalah Riyanto yang merupakan seorang BANSER NU.

Kala itu Riyanto beserta anggota BANSER NU lainnya bertugas untuk menjaga keamanan di Gereja Eben Haezer Mojokerto. Pada penyisiran bersama petugas kepolisian ditemukan bungkusan bom yang mencurigakan di dalam gereja. Dengan cepat Riyanto berusaha mengambil dan membuang bom tersebut ke luar, sayangnya saat melempar bom terpental di dekatnya. Tidak patah semangat, Riyanto kembali mengambil untuk dibuang jauh-jauh. Sayangnya belum sampai dibuang bom tersebut meledak dalam pelukan Riyanto hingga ikut merenggut nyawanya.

Mereka-mereka inilah yang membuktikan jika agama tidak seharusnya menjadi ajang saling hujat, saling menyalahkan apalagi sampai harus menghabisi nyawa orang lain. Tapi agama seharusnya menjadi dasar kehidupan kita untuk menjalani hidup dengan damai, penuh kebaikan, penuh toleransi dan saling menghormati ditengah-tengah keberagaman. Apalagi kita hanyalah manusia, istilahnya kita mah apatuh.

LEAVE A REPLY